Home Berita Pondok Cape Jadi Pondok Cabe

Pondok Cape Jadi Pondok Cabe

0
SHARE

Pondok Cabe, salah satu daerah yang terletak di Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), ternyata memiliki cerita asal-usul yang unik.
Asal mula penamaan Pondok Cabe bukan diambil dari lokasinya yang menjadi sentra produksi Cabe, yakni salah satu jenis sayuran yang memiliki nama asli Cabai. Namun nama Pondok Cabe merupakan plintiran dari Pondok Cape (Capek/lelah).

Hal ini disampaikan oleh Sahrijal, pria kelahiran tahun 1965, asli penduduk Pondok Cabe. Rumahnya berada di Jl. Trubus 2 samping Pondok Pesantren Ummul Quro. Asal usul Pondok Cabe yang Ia ketahui diwariskan dari cerita engkong atau kakaknya.

“Dulu, ada bukit yang terletak di ujung Timur Bandara Pondok Cabe. Sementara di bawahnya, ada Pohon Gandaria dan gubuk. Nah, di situ (di bawah pohon dan gubuk, red) dijadikan tempat singgah atau peristirahatan bagi orang-orang yang hilir-mudik dari Depok dan Bogor menuju ke Pasar Ciputat dan Pasar Kebayoran Lama,” ujarnya kepada tangerangonline.id, Senin (22/2/2016).

“Makanya, orang-orang menyebutnya Pondok Cape, karena yang singgah di sana pasti lagi pada cape, lelah berjalan kaki. Ya wajar, dulu kan belum ada angkutan umum,” ungkap pria yang cukup disegani di lingkungannya.

Kini, bukit itu sudah hilang, sambung Sahrijal, pohonnya juga tidak ada. Bahkan sekarang lokasi persinggahan itu sudah jadi pangkalan ojek. Tapi tetap, nama pangkalan ojeknya pun jadi Pangkalan Ojek Bukit.

Saat ditanya apa perbedaan Pondok Cabe Ilir dan Pondok Cabe Udik. Sahrijal menyatakan, penamaan Ilir dan Udik digunakan untuk membedakan lokasi makam sepasang sesepuh Pondok Cabe.

“Ya, ibarat kata mah orang yang punya tanah Pondok Cabe dulu lah,” tuturnya menjelaskan maksud dari sesepuh Pondok Cabe itu.

Makam kramat yang terletak di Pondok Cabe Ilir, lanjut Sahrijal, lokasinya terletak tak jauh dari Pondok Pesantren Ummul Quro.

“Kalo di Pondok Cabe Ilir, itu ada makam Istrinya. Kalo di Pondok Cabe Udik, ada makam suaminya. Tuh di deket Pesantren (Umul Quro, red) ada makam Kumpi Nurmi. Tapi sayangnya, makam suaminya yang di Pondok Cabe Udik belum ditemukan hingga sampai saat ini,” jelasnya.

Kumpi, ditegaskannya, untuk sebutan nenek bagi masyarakat asli Pondok Cabe jaman dulu. “Jadi Kumpi Nurmi itu sama kaya Nenek Nurmi,” tutupnya. (Muf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here