Home Berita Airnav Catat Beberapa Kali Serangan Laser ke Pesawat

Airnav Catat Beberapa Kali Serangan Laser ke Pesawat

0
Spanduk himbauan/larangan mengarahkan sinar laser ke pesawat udara yang terpasang di Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta.

Maraknya penggunaan dan penjualan laser di wilayah Tangerang membuat pengelola Bandara Soekarno-Hatta mengeluarkan larangan kepada masyarakat supaya tidak mengarahkan sinar laser ke arah udara atau ke arah pesawat terbang karena dapat membahayakan keselamatan penerbangan.

Manager Safety dan Risk Management Bandara Soekarno-Hatta, Sugan mengatakan, pihaknya menerima laporan dari menara ATC terkait adanya oknum yang mengarahkan cahaya laser ke pesawat terbang. Padahal serangan laser tersebut dapat mengancam keselamatan penerbangan.

“Pilot pesawat komplainnya ke Airnav (JATSC), beberapa laporan terkait dengan adanya gangguan sinar laser diarahkan ke pesawat yang masih mengudara, dan umumnya yang mau landing (mendarat),” katanya ketika dihubungi tangerangonline.id, Senin (21/3/2016).

Menurut Sugan, orang yang mengarahkan sinar laser ke pesawat terbang berasal dari luar bandara Soekarno-Hatta. “Yang mengarahkan sinar laser ke pesawat udara kebanyakan dari luar bandara, jaraknya beberapa mil dari runway bandara,” bebernya.

Terkait adanya hal tersebut, pihaknya memasang banner berupa himbuan di sisi jalan Perimeter Bandara. “Kami pasang spanduk himbauan dan larangan yang tujuannya agar himbauan yang kita pasang dapat dibaca oleh masyarakat yang melintasi jalan ke bandara, agar tidak lagi mengarahkan sinar laser ke pesawat terbang,” harapnya.

Sementara, General Manager Jakarta Air Traffic Service Centre (JATSC) Airnav Bambang Riyanto mengatakan, pihaknya mencatat beberapa kali laporan adanya serangan laser terhadap pesawat terbang.

“Serangan sinar laser beberapa bulan terakhir ini beberapa kali terjadi di Bandara Soekarno-Hatta, yang sudah terlaporkan kepada kami bulan februari lalu ada dua serangan laser atau laser attact dan Ini terhadap pesawat yang khususnya di posisi final (landing) runway yang akan digunakan,” ungkapnya.

Ia mencontohkan bahaya terhadap serangan laser yang diarahkan ke arah kemudi pesawat terbang. “Bahaya terhadap serangan itu, dapat kita bayangkan apabila kita mengendarai kendaraan dan tiba-tiba ada sinar yang sangat tajam datang ke arah kita pasti akan sangat mengganggu,” bebernya.

Terhadap pelaku kata Bambang, dapat dikenakan sanksi sesuai Pasal 421 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Keselamatan Penerbangan yang berbunyi:

“Setiap orang dilarang berada di daerah tertentu di bandar udara, membuat halangan (obstacle), dan atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan, kecuali memperoleh izin dari otoritas bandar udara,” katanya.

Sedangkan menurut Bambang, sanksi dari Pasal 210 tersebut adalah Pasal 421 ayat 2 yang berbunyi: “Setiap orang membuat halangan (obstacle), dan/atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210 dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan atau denda paling banyak 1 miliar rupiah,” tandasnya. (Rmt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here