Home Berita Teluknaga Berasal dari Legenda Perahu Naga

Teluknaga Berasal dari Legenda Perahu Naga

0

Teluknaga berasal dari kata Teluk dan Naga (yang merupakan kependekan dari perahu naga). Dinamakan Teluknaga karena wilayah pesisir pantai laut utara di Kabupaten Tangerang ini merupakan pintu masuk para pendatang asal Tiongkok Cina, yang datang ke nusantara untuk berdagang.

Para pendatang dari negeri Tiongkok itu masuk lewat Teluk yang kemudian terus masuk melalui kali Cisadane yang telah mengalami perubahan aliran akibat dibangunnya bendungan pasar baru Cisadane.

“Yang sekarang menjadi pembatas antara kecamatan Teluknaga dan Pakuhaji,” kata Samsudin kepada Tangerangonline.id.

Samsudin pribumi asli Teluk Naga menceritakan, ciri khas yang dibawa oleh pendatang Cina adalah perahu – perahu naga mereka yang biasa masuk dan melewati aliran sungai Cisadane ini.

“Teluknaga merupakan nama suatu kecamatan yang bertempat di Kabupaten Tangerang yang memiliki garis pantai.” ujarnya.

Konon orang dulu bilang, lanjutnya, melintasnya bayangan naga yang sekarang disebut teluk naga. Sampai sekarang kepercayaan warga terhadap melintasnya sosok bayangan yang menghilang di kali cisadane dan dipercaya sebagai tempat peristirahatan para naga.

“Peristiwa itu pun terdengar sampai ke kampung lain mereka menjadikan cerita itu sebagai bahan obrolan di kedai atau warung para penduduk,” jelasnya.

Syamsudin menuturkan, sekarang daerah yang dilintasi oleh sosok bayangan naga dijadikan sebutan kampung naga untuk menandai daerah tersebut.

“Warga setempat dan pedagang keturunan Tionghoa yang menetap di tempat itu kemudian menambahkan sebuah kata di depan kata naga, namun nama itu harus mempunyai nilai historis dari peristiwa yang berkembang,” tandasnya.

Lebih lanjut Syamsudin mengatakan, sungai Cisadane melintasi daerah teluk naga. Konon, Cisadane dipercaya sebagai tempat peristrahatan para naga setelah lelah berkeling melintasi desa. Para sesepuh dan penduduk tionghoa yang sudah lama menetap di daerah itu akhirnya sepakat menambahkan kata teluk di depan kata naga.

Teluk dalam pengertian sehari hari adalah tempat merapatnya kapal kapal besar setelah berlayar, meski pengertian sesungguhnya adalah daratan yang menjorong ke laut, namun hal itu menjadi pengecualian.

“Diceritakan sosok bayangan naga selalu menghilang di antara sungai yang mengalir melewati desa itu,” katanya.

Namun, sambung Syamsudin, yang menarik dari wilayah yang bernama teluk naga ini terdapat sebuah desa misterius yang sekarang menjadi desa perbatasan yang memisahkan desa teluk naga dengan desa lainya dengan nama ‘kampung seliong’ atau yang diartikan berati penjara para naga.

Kenapa nama itu bisa berdampingan dengan desa teluk naga? “Apakah mungkin kampung seliong (sel-liong) punya hubungan misterius dengan desa teluk naga?” selorohnya. (Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here