Home Berita Tangsel Bakal Atur Jam Operasional Hiburan Selama Ramadan

Tangsel Bakal Atur Jam Operasional Hiburan Selama Ramadan

0

Tangsel Bakal Atur Jam Operasional Hiburan Selama Ramadan

Jelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) bakal membuat aturan terkait jam operasional hiburan yang berada di Tangsel. Hal itu dilakukan setelah sosialisasi yang digelar Bandar Jakarta, Alam Sutera, Serpong Utara, Tangsel, Senin (30/5/2016).

Dalam kesempatan tersebut, hadir beberapa instansi terkait yakni Asisten Daerah (Asda) II bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkot Tangsel, Kepala Kantor Kebudayaan dan Pariwisata, Kasat Pol PP, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tangsel, perwakilan Kementerian Agama Kota Tangsel dan beberapa pengusaha yang berada di Tangsel.

Dedy Budiawan, Asda II bidang Ekonomi Pembangunan mengatakan, sosialisasi ini sangat penting untuk merumuskan surat edaran operasional tempat hiburan, restauran dan hotel selama Ramadan. Dalam sosialisasi tersebut perlunya masukan juga dari pihak pengusaha.

“Secara umum aturannya sama dengan tahun-tahun yang sebelumnya. Kegiatan ini dilakukan untuk mendengar masukan dari para pengelola rumah makan, hotel dan tempat hiburan agar Pemkot Tangsel dapat melakukan koreksi-koreksi dari surat edaran yang sebelumnya,” ungkap Dedy.

Sementara, Kepala Kantor Budaya dan Pariwisata Tangsel Yanuar mengungkapkan, nantinya dalam surat edaran Walikota dan MUI Tangsel ada beberapa usaha yang harus tutup selama Ramadhan mulai H-2 sampai H+7 setelah Hari Raya Idul Fitri yaitu tempat billiar, spa, karaoke, panti pijat, live musik, pub, diskotik dan sejenisnya. Sedangkan untuk rumah makan atau restauran diperbolehkan buka dengan jam operasional mulai pukul 12.00-04.00 WIB selama masih jam puasa, maka rumah makan atau restauran agar memakai tirai agar tidak terlihat dan menganggu umat Islam yang sedang berpuasa.‎

“Kepada ormas dan masyarakat agar tidak melakukan sweeping tempat hiburan untuk menjaga kondusifitas. Percayakan kepada aparat keamanan dalam melakukan pengawasan,” ujar Yanuar.

Soal penindakan apabila ditemukan pelanggara, Kasatpol PP Tangsel mengatakan bakal menertibkan sesuai aturan yang berlaku. Tetapi para pengusaha dan pengelola kepariwisataan jangan khawatir jika ada Satpol PP yang tidak memiliki surat tugas maka pengelola dapat menolak untuk diperiksa.‎

“Dasar Satpol PP dalam melakukan penertiban di Tangsel adalah Perda No 5 tahun 2012 tentang penyelenggaraan pariwisata, Perda No 9 tahun 2012 tentang ketertibaan umum dan ‎Perda No 4 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan perijinan dan pendaftaran usaha perindustrian‎,” pungkasnya.

Rencananya Pemkot Tangsel bersama dengan MUI Tangsel akan mengeluarkan surat edaran pada 02 Juni 2016 mendatang. (Abi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here