Home Berita Tangsel Kekurangan Dokter Umum

Tangsel Kekurangan Dokter Umum

0

Tenaga dokter umum di Tangsel masih jauh dari ideal. Idealnya dalam satu puskemas ada 5 dokter, tetapi saat ini hanya ada 2 hingga 3 dokter di puskemas.

Kepala Dinas Kesehatan Tangsel, Suharno mengatakan hingga kini tenaga kesehatan khususnya dokter umum masih minim. Namun dengan kekurangan tenaga dokter umum di puskesmas, tidak menurunkan pelayanan.

“Dokter umum di Tangsel mengalami kekurangan hingga saat ini di puskemas-puskemas, tapi pelayanan tetap maksimal dengan melihat kekurangan tenaga,” katanya.

Ada 26 puskemas di Tangsel, tetapi jumlah dokter kurang lebih sekitar 80-90 orang yang seharusnya 130 orang.  Pihaknya lalu memperkuat dengan kebijakan sistem yang dibangun untuk menolong percepatan pelayanan.

“Kami melihat melalui kekurangan dokter ini akhirnya membangun sistem yang tepat guna bisa langsung mendeteksi riwayat penyakitnya apa dapat diketahui. Dokter dibantu dengan perawat,” tambahnya.

Bahkan kondisi dokter umum saat ini pun yang berstatus PNS masih minim. Jauh lebih banyak dokter honorer. Pada dasarnya, sebut Suharno, dalam hal kinerja sama saja mengedepankan pelayanan kepada pasien.

“Dokter memiliki tujuan sebagai penolong kemanusian. Jadi ketika bekerja tidak lagi melihat apakah honorer dan PNS. Tentu ini yang harus dikedepankan. Terkait PNS semuanya itu dari pemerintah pusat,” beber ia.

Sekretaris Dinkes Tangsel, Khaerati menegaskan pemerintah daerah harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Maka dari itu untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis harus disuplay dari honorer.

“Yang penting bagaimana masyarakat dapat terlayani dengan baik. Orang sakit dapat penanganan secara maksimal,” katanya.

Sistem tentu sebagai sumber daya yang harus dikembangkan selain dari aspek sumber daya manusianya. Melalui sistem yang baik, terpadu bagaimana proses pendaftaran hingga pemeriksaan sampai pada pengambilan obat tidak terlalu rumit.

“Manajemen puskemas saling terkait, mulai dari pendaftaran, data-datanya direkam, pemeriksaan oleh dokter hingga pengambilan obat. Data-data pasien harus disimpan secara baik agar ketika mereka datang kembali sudah ada datanya dan mudah ditelusur,” imbuh ia. (ded)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here