Home Berita Pilgub Banten Rawan Politik Uang

Pilgub Banten Rawan Politik Uang

0

Mengupas berbagai program dan persoalan menjelang pemilihan Gubernur Banten digelar melalui diskusi publik dengan menghadirkan pengamat politik, juru kampanye pasangan calon, serta masyarakat umum lainnya. 

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno dalam diskusi publik di Serpong kemarin menilai bahwa Banten zona merah dalam praktik politik uang.

Adi juga menjelaskan, dengan praktik politik uang yang kerap dilakukan sebelumnya dalam setiap momen pemilihan kepala daerah, berdampak pada masyarakat dalam menikmati pesta demokrasi yang berorientasi pada uang. Akibatnya berbagai pendekatan dalam berkampanye yang dilakukan kerap membuat masyarakat umumnya beranggapan momen pemilihan kepala daerah sebagai momen pembagian uang dan sembako secara cuma-cuma.

“Saya temukan pernyataan dari warga yang mengusulkan kalau pemilu kepala daerah, legislatif, tiap tahun saja, alasannya karena tokoh politik ramah-ramah, bawa uang, sembako, kerudung dan lainnya,” ucap Adi.

Hal seperti itu yang menurut Adi menjadikan Banten menjadi daerah yang diklasifikasikan oleh Badan Pengawas Pemilu sebagai zona merah praktik politik uang. “Ini tanggung jawab bersama dalam berdemokrasi, dan harus juga kiranya politik akrab pada masyarakat tidak hanya saat menjelang momen saja,” tambahnya.

Di sisi lain pembina Sekretariat Bersama Rakyat Banten Sukri Rahmatullah menegaskan calon gubernur setidaknya harus berani membedah program secara politik anggaran dan program harus kongkret seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. “Kita lihat wilayah Banten di luar Tangerang Raya, sangat memprihatinkan, calon juga idealnya harus jelas memaparkan politik anggaran atas program yang dituangkan dalam visi dan misi,” tandasnya. (Bar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here