Home Berita Berawal dari Tongkrongan, Rahmat jadi Lurah Ciputat

Berawal dari Tongkrongan, Rahmat jadi Lurah Ciputat

0

Rahmat KS, Lurah Ciputat, Kecamatan Ciputat,  Kota Tangerang Selatan tak menyangka dirinya akan menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) hingga menduduki jabatan Lurah.

Bermula pada tahun 1990-an dari sebuah tongkrongan, karir Rahmat mulai menemukan titik benderang. Tak berniat dan berpikir ingin menjadi seorang PNS, dirinya ditawari untuk melamar menjadi PNS oleh salah satu temannya yang sebelumnya telah menjadi PNS.

Tak disangka pula, dirinya pun lolos menjadi PNS, dirinya pun sempat ditempatkan menjadi Kepala Pos Retribusi (ijin jalan truk pengangkut hasil alam) sekitar 2 tahun mulai dari 1994-1996, tetapi sekarang sudah dihapus dan menjadi Badan Pengelola Keuangan Kekayaan Daerah. Ketika penghapusan, Rahmat sempat ditugaskan di Badan Kepegawaian selama 6 bulan dan juga sempat non-job (tidak ada penempatan).

Selama 28 tahun berkiprah di dunia kedinasan Rahmat sudah hafal betul apa-apa saja yang harus dilakukan untuk kedaerahan.

“Saya mulai dari tahun 1988 mulai awal magang di dinas dan akhirnya diangkat menjadi PNS pada awal 90-an,” katanya

Bahkan sempat ingin pensiun tidak diperbolehkan oleh atasan Rahmat, “Saya mau pensiun saja tidak boleh, mungkin malas ngurusin pensiunan orang seperti saya,” ujarnya kepada tangerangonline.id.

Ayah dari 3 anak sempat merasa resah pada daerah yang dipimpinnya. Pasalnya, diketahui Ciputat adalah Ibukota Tangsel namun dirinya menilai masih kurang perhatian dari pemerintah kota karena fokus ke daerah-daerah tertentu. Hal ini yang membuat dirinya sebagai pemimpin tingkat kelurahan harus bisa berdikari dan berinisiatif mendorong masyarakat untuk tetap membangun wilayah Ciputat.

“Ciputat adalah Ibukota Tangsel, bukan BSD, Serpong, dan daerah lainnya yang memang sudah maju karena banyak pengembang di sana,” resahnya.

Rahmat juga berharap, Pemkot segera dapat memberi perhatian lebih di wilayah Ciputat. Agar pembangunan di daerahnya dapat menjadi Ibukota yang layak.

“Kelurahan Ciputat sendiri berpenduduk 19 ribu jiwa sudah dapat dipastikan padatnya penduduk tidak berjalan beriringan dengan pesatnya pembangunannya,” tandas Rahmat. (DK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here