Home Berita Aetra Tangerang Siap Dipanggil Pemkot Terkait CSR

Aetra Tangerang Siap Dipanggil Pemkot Terkait CSR

0

PT Aetra Tangerang menyangkal tudingan Yayasan Peduli Lingkungan Hidup (YAPELH) saat aksi 31 Oktober 2016 lalu tidak andil pelestarian sungai Cisadane yang menjadi sumber air baku oleh pihaknya. Selama tiga kali dalam 1 tahun, pihaknya mengklaim telah melakukan kebersihan terhadap sungai Cisadane. 

Sebelumnya YAPELH menengarai selama berdirinya Intake pengambilan sumber air baku di wilayah Kota Tangerang, PT Aetra Tangerang belum pernah memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap Pemerintah Kota Tangerang ataupun ke masyarakat sekitar yang dekat dengan Intake PT Aetra.

Humas PT Aetra Tangerang Muhammad Chaerul Anam mengatakan, pihaknya telah melakukan pelestarian sungai Cisadane yang dilakukan oleh PT Aetra Tangerang. Namun, dijelaskannya sebagai pengontrol kebersihan yang ada di sungai tersebut, dirinya berharap kepada seluruh perusahaan yang berada di hulu dan hilir sungai Cisadane untuk dapat melakukan pelestarian tersebut.

“Kami lakukan program pembersihan lumpur dan sampah yang ada di sungai Cisadane berdekatan dengan dekat Intake perusahaan kami. Jadi, kami telah melakukan pelestarian terhadap sungai itu. Namun, kami juga harap perusahaan yang berada disekitar wilayah sungai Cisadane untuk dapat melakukan pelestarian,” tegas Chaerul kepada tangerangonline.id saat ditemui di Kantornya, Jalan Curug Raya Nomor 27, Kelurahan Kadu Jaya, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

Dia menambahkan, pihaknya siap untuk dipanggil oleh Pemerintah Kota Tangerang terkait CSR yang selama perusahaan tersebut telah berdiri dan mengambil air baku di wilayah Kota Tangerang. Diucapkannya, intake tersebut kenapa bisa berdiri di wilayah Kota Tangerang, atas dasar dari pimpinan perusahaan yang ada di pusat untuk membuat intake tersebut di hilir yang berdekatan dengan Bendungan Pintu Air 10.

“Kami siap untuk dipanggil, apabila Pemerintah Kota Tangerang meminta kami untuk datang. Lalu, untuk intake ada di situ (sungai Cisadane). Karena pusat yang meminta untuk dibangunnya disitu, tapi pengolahan airnya ada di sepatan. Walau begitu, kemungkinan tahun depan akan diadakannya CSR ke Pemerintah Kota Tangerang,” terang Chaerul.

Ketika dipertanyakan dugaan adanya gratifikasi terkait pembangunan intake perusahaannya. Chaerul membantah tentang dugaan tersebut. Lantaran pihaknya melakukan pembangunan tersebut dengan susai prosedur yang berlaku di pemerintah.

“Tidak ada gratifikasi terkait pembangunan intake perusahaan kami ke pemerintah. Sebab, kami telah melakukan pembangunannya mengikuti proses yang benar,” pungkas Chaerul. (Yip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here