Home Berita Dishubkominfo Tangsel Gelar Bimbingan Teknis Jurnalistik

Dishubkominfo Tangsel Gelar Bimbingan Teknis Jurnalistik

0
SHARE

Dinas Perhubungan dan Komunikasi Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Bimbingan Teknis Jurnalistik kepada 50 jurnalis yang bertugas meliput di wilayah Kota Tangsel. Kegiatan tersebut mengusung tema ‘Melalui Bimbingan Teknis Jurnalistik Kita Tingkatkan Profesionalisme Para Jurnalis di Kota Tangerang Selatan’ yang bertempat di Bukit Pelayangan Resto, Senin (21/11).

Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi (Dishub) Kota Tangsel, Sukanta mengatakan, kegiatan ini seiring dengan bulan terakhir dishub dan kominfo berpisah. Dia berharap adanya kerjasama agar terus ditingkatkan, termasuk dalam menyinergikan program pemerintahan dengan insan pers.

“Melalui bimtek ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan ilmu jurnalistik serta pengawasan tentang Undang-undang jurnalistik kepada wartawan serta untuk menggali ilmu dari para narasumber,” ujarnya.

Lanjut Sukanta, hal ini sangat penting untuk mengakomodir rekan-rekan dalam hal pemberitaan, bagaimana menggali ilmu dengan narasumber dan lainnya. Dirinya juga berharap agar kominfo dapat menjadi salah satu ‘mata’ dari Walikota Tangsel.

Sementara, Komisi Pengaduan Dewan Pers, Imam wahyudi memaparkan hal-hal yang harus dijalankan dalam profesi kewartawanan, yakni harus bisa menjalani beberapa element jurnalistik diantaranya adalah pencarian kebenaran, loyalitas kepada warga negara yang mengacu pada kepentingan publik, privacy, accessibillity, disiplin verifikasi, accuracy, integrity, independent impartiality.

“Memantau keluasaan kontrol sosial, forum publik untuk saling kritik dan menemukan kompromi, sajian menarik dan relevan, kemprehensif dan proporsional yang berimbang dan tidak melupakan konteks keseimbangan dan mendengar hati nurani juga perlu diperhatikan dalam menjalani profesi ini,” jelasnya.

Sementara, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tangsel Junaidi menjelaskan,  seorang jurnalis harus memenuhi kompetensi seperti yang distandarisasikan oleh Dewan Pers. Baginya, seorang jurnalis adalah profesi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dia menyebutkan, untuk memenuhi kompetensi tersebut, jurnalis harus bekerja di media pers yang berbadan hukum sesuai dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Lalu, tergabung dalam organisasi profesi wartawan yang diakui negara dan Dewan Pers serta mengikuti uji kompetensi wartawan yang diuji oleh Dewan Pers.

“Bukti seorang wartawan berkompeten memiliki 3 kartu. Pertama, kartu media tempat bekerja, kartu anggota yang tergabung dalam organisasi profesi seperti PWI, AJI, IJTI dan dinyatakan kompetensi dan memiliki kartu Dewan Pers,” sebutnya.

Dalam bimtek tersebut, beberapa peserta juga aktif bertanya kepada narasumber, diantaranya persoalan kerja lapangan yang kerap terjadi terhadap wartawan. (abi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here