Home Berita Harga Tiket Pesawat Melambung, Menhub: Kebangetan Nggak Boleh

Harga Tiket Pesawat Melambung, Menhub: Kebangetan Nggak Boleh

0

Pada H-1 libur Natal dan jelang pergantian tahun, jumlah penumpang pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) mengalami peningkatan. Tingginya animo masyarakat memilih transportasi udara ternyata disertai keluhan dengan adanya kenaikan harga tiket penerbangan. 

Kenaikan harga tiket pesawat pada musim dimana banyaknya orang membeli tiket (peak season) termasuk libur Natal dan menjelang pergantian tahun merupakan hal yang biasa. 

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi ketika melakukan kunjungan kerja ke Bandara Soetta.

Menurutnya, dengan peningkatan jumlah penumpang merupakan terwujudnya tingkat kemakmuran masyarakat menjadi lebih baik. “Kita syukuri, naik berarti tingkat kemakmuran (masyarakat) lebih baik. Naiknya harga tiket juga lumrah, tetapi kalau naiknya kebangetan nggak boleh,” ujar Menhub Budi Karya kepada wartawan di Terminal 1B Bandara Soetta, Tangerang, Sabtu (24/12/2016).

Kendati demikian, ia memerintahkan jajarannya untuk jemput bola, khususnya menawarkan slot penerbangan kepada maskapai agar ketersediaan tempat duduk dan harga tidak mengalami lonjakan.

“Saya meminta kepada tim untuk jemput bola. Slot itu juga bukan diminta, tapi kita menawarkan. Kalau slot itu tidak bertambah berarti terjadi hukum pasar orang kalap aja beli, mahal dibeli juga gitu, tapi kalo availability daripada tempat duduk banyak maka tidak terjadi itu,” jelasnya.

Menhub juga meminta kepada maskapai agar tidak memanfaatkan kondisi yang ada untuk menaikkan harga tiket penerbangan.

“Jadi saya juga menghimbau kepada Airline ya, kita jangan memanfaatkan kondisi, sebaliknya saya juga tegur tim saya untuk memberikan slot,” tegas mantan Dirut AP II ini.

“Saya minta contohnya dari Lubuklinggau ke Palembang dari Kerinci ke Jambi itu sudah 1 bulan saya minta, dari Jakarta keluar juga saya minta besok, ada nggak tambahan slot,” tambahnya.

Ia juga meminta kepada Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Airnav) agar meneliti ketersediaan slot time penerbangan dari Bandara Soetta. 

“Saya juga minta ke Airnav, masih ada ruang udara nggak untuk di Jakarta, kalau ada harus kasih slot. Dengan dikasih itu (slot) maka hukum pasar akan terjadi, harga itu (tiket) akan terkoreksi,” imbuhnya.

Masih menurut Menhub Budi Karya, dengan adanya tambahan slot penerbangan, penawaran akan lebih banyak dan harga tiket dapat stabil.

“Tetapi kalau slot ditambah berarti yang ditawarkan lebih banyak, mudah-mudahan harga akan lebih baik,” pungkasnya. (Rmt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here