Home Berita Si Boy, Lurah Tanah Tinggi Hobi Jepret-Jepret

Si Boy, Lurah Tanah Tinggi Hobi Jepret-Jepret

0

Lurah Tanah Tinggi, Tangerang, Hadi Ismanto menggandrungi dunia fotografi. Lelaki yang akrab disapa Boy itu sudah puluhan tahun menekuni hobinya ini.

Ia pun bercerita ikhwal kecintaanya dalam memotret. Boy pada tahun 1991 sudah menjadi abdi negara.

Putra daerah Tanah Tinggi ini diplot di bagian Humas Pemerintahan Kota Tangerang. Pada kala itu, Hadi melihat kamera yang jarang terpakai di kantornya.

Ia berinisiatif menggunakan kamera manual tersebut. Boy mulai memotret berbagai acara yang diselenggarakan Pemkot Tangerang.

“Kalau dulu itu kerjaan yang cari orang. Sekarang mah orang yang cari kerja. Dulu sumber daya manusianya dikit, belum banyak yang bisa pakai kamera. Dari pada kamera nganggur di kantor, mendingan saya yang pakai,” ujar Boy pada Jumat (2/6/2017).

Pria berkumis tebal ini semakin antusias saat menceritakan kesukaanya dalam dunia fotografi. Sembari duduk santai di sofa hitam, Boy mengaku secara otodidak dirinya mempelajari bagaimana caranya memotret.

“Belajar sendiri aja, jepret – jepret objek. Lihat – lihat contoh foto di koran, gimana yang bagusnya,” ucapnya.

Seiring waktu berjalan, Hadi semakin menaruh cintanya sebagai fotografer. Walau menggeluti dunia foto, namun tak melupakan seragam dinas Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang melekat di tubuhnya.

Pada tahun 1994, Boy sudah mempunyai kamera sendiri. Ia mengumpulkan uang dari jerih payahnya guna membeli kamera itu.

“Saya jadi banyak orderan. Setiap acara Dinas itu saya yang foto. Apa lagi para pegawainya yang nikahan, mereka maunya saya yang foto. Lumayan dapet uang sampingan,” kata Boy sambil tertawa terpingkal – pingkal.

Sudah banyak hasil karya yang digelontorkan dari tangan dingin Boy. Beberapa foto – fotonya kerap kali diterbitkan di beberapa surat kabar.

Karya prestisiusnya yang paling dikenang yakni foto lepas saat membidik para kuli bangungan tengah tertidur. Pekerja bangunan tersebut tidur bersamaan berjajar pada siang hari.

“Saya foto itu, dan hasil karyanya naik di Harian Kompas. Di koran itu ditulis nama saya sebagai fotografernya,” ungkap Boy tersenyum bangga.

Ada juga karya foto yang menjadi masterpiece Lurah Tanah Tinggi ini. Hasil fotonya yakni mantan Walikota Tangerang, Wahidin Halim selalu dipakai dan dipajang di Kantor Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

“Saya waktu itu foto pak Wahidin di Masjid Al Azhom. Beliau lagi ramai diwawancarai oleh wartawan luar negeri, kemudian saya foto. Dan foto itu terus dipakai sampe sekarang,” imbuhnya.

Boy pun menjelaskan bagaimana tips dan trik agar mendapatkan hasil yang baik saat memotret. Ia terinspirasi dari seorang rekannya yang merupakan fotografer profesional bekerja di Studio Jonas Bandung.

“Harus paham lighting, posisioning, sama timing untuk hasil foto yang bagus. Sebenarnya banyak media yang menawarkan saya untuk menjadi fotografer profesional, tapi mendingan dinas aja di Pemda,” tutur Hadi.

Naluri dan insting memotret Boy mulai terasah. Ia pun sering kali diajak ke luar kota untuk memotret bersama relasinya.

Mulai dari Bandung, Semarang, Surabaya, Makasar, dan Medan pernah dikunjunginya. Ia menyebut objek foto yang disukainya yaitu saat dirinya memotret seseorang.

“Saya senang kalau foto orang. Kalau orang itu lihat hasil fotonya, pasti pada senyum – senyum gitu,” ucap Boy tertawa lepas.

Walau pun sudah tak memiliki kamera, namun sepak terjang Boy di dunia fotografi tak terhenti. Ia tetap berkarya dan mengumpulkan uang dikit demi sedikit guna membeli kamera lagi.

“Sekarang kan kameranya sudah digital. Saya walau pun sekarang sudah jadi Lurah tapi masih suka motret sampai sekarang, malah ngajarin anak saya untuk foto,” pungkasnya. (Nji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here