Beranda Berita Permendikbud 17/2017 Dinilai Cederai Makna Hari Anak Nasional

Permendikbud 17/2017 Dinilai Cederai Makna Hari Anak Nasional

0

Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 17 tahun 2017, khususnya tentang sistem zonasi dinilai telah mengeksploitasi anak dalam haknya menerima pendidikan. Dengan peraturan zonasi tersebut banyak hak-hak anak tergadaikan untuk menerima pendidikan yang layak.

Penilaian tersebut di antaranya datang dari Kepala Seksi Tumbuh Kembang Anak Dinas pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang, Hidayat.

Disebutkannya, Permendikbud 17/2017 menunjukan pemerintah pusat secara tidak langsung menghilangkan hak anak dalam menerima pendidikan layak.

“Jelas Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 ini telah mengeksploitasi anak dalam menerima layak pendidikan 12 tahun,” jelasnya, Senin (24/7/2017).

Direktur Eksekutif Lemabaga Bantuan Hukum (LBH) Situmeang, Anri Situmeang menambahkan senada. Namun demikian, dirinya juga menyayangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang yang menyikapi Permendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tersebut.

“Seharusnya Pemkab Tangerang itu sedia payung sebelum hujan jangan setelah ramai baru mengambil sikap,” ujarnya.

Dilanjutkan dirinya karena dengan peraturan tersebut, banyak anak yang mempunyai semangat tinggi untuk meraih pandidikan dan IQ diatas rata-rata, tapi tak diterima di sekolah negeri dan harus menempuh di sekolah swasta dengan biaya yang cukup mahal.

“Jika orangtua dari si anak tersebut mampu tak jadi masalah, tapi jika si anak tersebut dari keluarga yang tak mampu, apa yang akan terjadi terhadap masa depan si anak,” tutupnya. (Yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini