Beranda Berita Unpam Atur Adab Pakaian, Ini Kata MUI Soal Larangan Cadar

Unpam Atur Adab Pakaian, Ini Kata MUI Soal Larangan Cadar

2

Aturan berbusana kuliah Universitas Pamulang (Unpam) yang salah satunya melarang cadar mendapat beragam reaksi di tengah masyarakat. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) angkat bicara terkait adab pakaian kuliah tersebut.

“Sebaiknya Unpam tidak bersifat otoriter, apalagi melarang mahasiswi bercadar, karena itu tidak berdasar dan mendidik. Kampus itu tempat untuk mencari ilmu, bukan lembaga penghakiman sampai ada yang begitu, dan harusnya ada dialog dalam penerapannya,” kata Sekretaris MUI Tangsel, Abdul Rozak.

Baca Juga Berita Terkait:

Universitas Pamulang Atur Adab Pakaian Kuliah

Menurutnya, menutup aurat adalah kewajiban bagi semua muslim baik laki-laki ataupun perempuan dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh ajaran Islam. Meski sebagian besar ulama menyatakan aurat bagi muslimah adalah seluruh tubuh kecuali telapak tangan dan wajah, namun ada juga kelompok dalam Islam yang memahami bahwa wajah pun merupakan bagian dari aurat yang harus ditutupi.

“Sebaiknya kita mampu menghargai pemahaman beragama yang berbeda. Bagi mereka yang meyakini wajah adalah bagian dari aurat ya harus dihormati,” katanya.

Rozak menyarankan kepada jajaran Rektorat Unpam untuk segera menggelar dialog dengan perwakilan mahasiswa serta tokoh agama tentang kebijakan bercadar tersebut, agar tidak meluas dan kontraproduktif dengan suasana belajar mengajar. Juga dengan pemahaman yang ada di masyarakat.

“Coba pihak Unpam membuka pintu dialog, dicari titik tengahnya, akar masalahnya ada di mana ketika mahasiswi mengenakan cadar, sehingga semua menjadi kondusif, dan mengurangi viral yang saat ini, pasti ada jalan keluarnya,” tukasnya.(Arf)

2 KOMENTAR

  1. perlu dipahami dengan benar syarat2 hijab yang sesuai syariat Islam agar tidak salah dalam menafsiri. kesalahan itu akan menimpa orang lain terutama para awamnya. dan semua bentuk kesalahan ada konsekuensinya

  2. saya kira UNPAM sebagai universitas umum yang tidak membedakan suku, agama, ras dsb. membuka diri untuk dialog. Dalam dialog tersebut tentu sangat penting mengedepankan keterbukaan. Nah spirit ini tentu menjadi ganjalan tersendiri bagi mereka yg “memproteksi” menutup dirinya dengan cadar, karena sulitnya diidentifikasi jati dirinya, apakah benar-bebar mahasiswa unpam atau bukan. Hal ini mengingat jumlah mahasiswa yang sangat banyak ( 80 ribuan ). Belum lagi aktivitas dialog perkuliahan. Mari kita balik bagaimana kalau semua dosen wanita muslim semua pakai cadar…kira-kira terganggu tidak dari segi komunikasi nya di kelas, saat PKM di masyarakat dsb. Toh, sebagian ulama juga membenarkan pemakaian hijab/jilbab tanpa cadar, bahwa aurat wanita itu semua bagian tubuh kecuali telapak tangan dan wajah. Menurut saya kalau seseorang sudah memprotek dirinya dari “tatapan” publik, maka sejatinya ia sedang menciptakan komunitasnya sendiri yang hanya bisa dipahami dan dimengerti untuk lingkungannya sendiri saja. Apapun penampilan kita di publik, selalu akan dilihat, dinilai, dbicarakan, dsb. Saya kira sah-sah saja wanita muslimah yg berhijab dan bercadar, namun hendaknya batas ( hijab & cadar) itu tidak membatasi pemikiran, wawasan dan pemahaman yang komprehensif, sehingga tidak mereduksi pemahamannya tentang kehidupan itu sendiri. Walllahu”alam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini