Beranda Berita Kemenag Angkat Bicara Perda Diniyah yang Disorot Dewan Pendidikan

Kemenag Angkat Bicara Perda Diniyah yang Disorot Dewan Pendidikan

0

Pasal 23 ayat 1-3 Peraturan Daerah (Perda) Diniyah Kabupaten Tangerang menjadi sorotan Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang. Terkait hal itu, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tangerang angkat bicara terkait pasal yang menyebutkan para siswa lulusan SD harus bisa baca dan tulis Alquran tersebut.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tangerang Nawawi mengungkapkan, di dalam Perda Diniyah tersebut tidak ada suatu unsur paksaan buat para siswa lulusan SD yang ingin melanjutkan ke jenjang SMP harus hafal dan bisa baca dan tulis Alquran.

“Isi dalam pasal tersebut bukan siswa lulsan SD diwajibkan harus afal Alquran, melainkan siswa lulusan SD yang belum mempunyai ijazah atau sahadah diniyah, akan mengikuti tes baca dan tulis Alquran untuk masuk ke Tsanawiyah atau SMP,” ungkapnya kepada tangerangonline.id saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Rabu (6/12/2017).

Ia melanjutkan, Perda Diniyah ini mempermudah untuk para siswa lulusan SD yang belum mempunyai ijazah atau sahadah diniyah bisa tetap melanjutkan ke jenjang selanjutnya dengan dites baca dan tulis Alquran.

“Untuk SMP dan Tsanawiyah wajib menerima siswa lulusan SD yang belum mempunyai ijazah atau sahadah diniyah, dengan sebuah persyaratan tes diniyah, dan tes diniyah pun difasilitasi ditempat terdekat para siswa,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang menyoroti Perda Diniyah, terutama di pasal 13 ayat 1-3 yang mana Diniyah harus menjadi syarat untuk masuk SMP.

Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang Erman Anom mengatakan, pihaknya sangat setuju dengan Perda Diniyah yang sudah dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. Namun sangat disayangkan jika adanya disalah satu pasal Perda tersebut harus menjadi suatu persyaratan khusus untuk masuk SMP. (Yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini