Home Agenda Gamelan Bali Memukau Warga Montreal

Gamelan Bali Memukau Warga Montreal

0
SHARE

Penampilan gambelan bali yang ditampilkan kelompok musik Giri Kedaton berhasil memukau 10 warga Montral Yang hadir menyaksikan. Demikian laporan pandangan mata Bapak Andy Aron, Wakil tetap pengganti RI untuk ICAO DI Montreal. Yang hadir mewakili Duta Besar RI untuk Kanada.

Pagelaran yanng diselenggarakan di Societ de Musique Contemporaine du Quebec (SMCQ) berjudul Kosalia Arini gubahan I Wayan Brata di tahun 1969 dan tembang Tari Belibis karya 1 Nyoman Windha yang digubah pada tahun 1984 ditampilkan dengan menggunakan instrumen tradisional gamelan gong kebyar bali.

Pagelaran kemudian disusul dengan penampilan dan tembang O baliI,dalam dua versi, yakni versi orisinal gubahan Jose Evangelista, karya komposer Spanyol yang berprofesi sebagai guru musik di Kanada, di tahun 1989, dan versi tahun 2017 yang diimprovisasi oleh Alexandre David.

Penampilan concerto kebyar karya Jose Evangelista di tahun 1998 ditampilkan secara spektakuler sekaligus menjadi penutup acara. Concerto kebyar ditampilkan dengan memadukan instrumen gamelan gong kebyar bali dan Ondes Martenot, atau bisa dikenal dengan Ondium Martenot, instrumen musik elektronik yang diciptakan tahun 1928 oleh Maurice Martenot, selain cello berkewarganegaraan Perancis yang pernah menjadi seorang radio telegrapher saat perang dunia.

Duber RI untuk Kanada, Dr. Teuku  Paizasyah menyambut gembira pagelaran gamelan bali oleh Giri Kedaton tersebut. Disebutkan bahwa “Giri Kedaton adalah budaya sahabat Indonesia di Kanada. Mereka berperan dalam mendekatkan suasana kebatinan diantara kedua bangsa melalui seni”. Disaaat resepsi diplomatik dalam rangka perayaan HUT RI ke-72 di Ottawa, 28 September 2017, Giri Kedaton juga ditampilkan dan mereka memukau para tamu undangan.

Cikal bakal pembentukan Giri Kedaton adalah di tahun 1986 dimana Pemerintah Indonesia saat itu menyumbangkan dua set intrumen gamelan tradisional Bali kepada Fakultas Musik Universitas Montreal. Jose Evangelista memainkan peran penting dalam turut memprakarasi “Lokakarya Gamelan Bali” di perguruan tinggi tersebut di tahun 1987.

Sejumlah guru musik tradisional bali turut membidangi kelompok musik ini dari tahun 1987 hingga saaat ini, seperti I Wayan Suweca dari Denpasar, I Komang Astita dari Batu Bulan, dan saat ini oleh I Wayan Berata.

Di tahun 1994, kelompok musik gamelan Bali dari Fakultas Musik Universitas Montreal ini kemudian dikukuhkan sebagai kelompok musik Giri Kedaton, dan melakukan konser perdananya pada tanggal 14 Agustus 1994 di Alexandria, Ontario, Kanada.

Penamaan Giri Kedaton dipilih karena memiliki kesamaan arti dengan Gunung Mont Royal yang terletak dipusat kota Montreal dimana Universitas Montreal berada dikaki gunung tersebut. Secara harfiah, baik Giri Kedaton maupun  Mont Royal memiliki arti “Gunung Kerajaan” (Royal Montain). (Ed)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here