Home Berita Syawqi Kembali Ingatkan Keberpihakan Pemuda

Syawqi Kembali Ingatkan Keberpihakan Pemuda

0

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan Periode 2018-2019, Ahmad Syawqi memastikan dirinya terus concern kepada generasi muda Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan menjauhkan dari hal-hal negatif.

Untuk hal itu, kata Syawqi, harus adanya keberpihakan pemerintah terhadap pembangunan manusia karena pembangunan manusia secara nasional bahkan dunia diperkirakan akan mendapatkan bonus demografi tahun 2030.

“Di Provinsi Banten, khususnya Tangsel, dari usia produktif anak-anak muda, paling tinggi presentase BPS pusat tahun 2016, mencapai 64 persen dari total populasi 1 juta lebih di Tangsel, maka dari itu, harus ada keberpihakan pemerintah dan ada regulasi. Dari regulasi itu, bagaimana membangun SDM agar anak-anak mudanya lebih terarah, karena terkadang kita sering dengar sustainable purpose, sementara dalam penerapannya masih dirasa kurang di sana-sini,” kata politisi Partai Gerindra itu.

Syawqi menegaskan, oleh karena itu, pemerintah harus memiliki regulasi hukum yang jelas tentang bagaimana membangun dan mengarahkan generasi anak muda kedepan, salah satunya untuk kategori usia 16 – 30 tahun sesuai undang-undang, sudah masuk usia produktif.

“Kalau di Tangsel, kami punya Perda (Peraturan Daerah) tentang penyelenggaraan kepemudaan. Salah satu parameter utama, ada enggak keberpihakan Pemkot terhadap anak muda. Karena didalamnya mengatur, salah satunya, menjauhkan dari hal-hal negatif,” jelas Ketua DPD KNPI Tangsel periode 2016-2019 ini.

Kedua, mendorong kewirausahawan pemuda. Setelah regulasi, lanjutnya, anak-anak muda didorong, apakah ingin punya usaha, bentuk kepeloporan, kepemimpinan, dimana hal itu masuk program pemkot dan kabupaten.

Ketua komisi Bidang Kesejahteraan Rakyat di DPRD ini mengakui, persoalan regulasi harus didorong dari sisi legislatif. Sebelumnya, pihaknya sudah menginisiasi para anggota dari KNPI Tangsel. Di pertemuan bersama KNPI tersebut, ia ingin Tangsel harus dapat mendorong anak mudanya dan sinergi dengan Pemkot.

“Lalu, apa kesulitan bagi calon wirausaha, baik di Tangsel, maupun secara nasional?Banyak yang mau menjadi entrepreneur tapi kesulitan bantuan modal. Kedepan, kami enggak terlalu banyak mendorong dengan memberi ikan tapi kail. Paling tidak ada stimulan. Bukan bantuan terus-menerus tapi mereka didorong sebagai usahawan,” imbuhnya.

Sebelum menjadi politisi dan anggota dewan, Ketua Bidang Ekonomi Kreatif Koperasi dan UMKM HIPMI 2016-2019 ini, diketahui sebagai seorang entrepreneur asal Tangsel. Sampai saat ini, ia masih memimpin usaha bernama PT. BJP Expo, yang bergerak di bidang exhibition, pameran, custom booth, dan event organizer.

Ia pun mengaku sudah mendata komponen anak-anak muda di Tangsel. Tangsel punya 7 kecamatan. Misalnya, Kecamatan Pamulang dan Ciputat, kebanyakan asal anak-anak muda tersebut dari sektor mana saja.

“Apakah dari profesional muda atau komunitas kreatif? Kami data potensinya. Kami bangun dari top -down hingga bottom-up. Untuk bottom-up, kemauan mereka apa, sih. Yang membedakan SDM anak muda dengan yang di bawah itu adalah punya banyak kemauan dan opsi. Kami menyesuaikan dalam hal regulasi dan persiapan program kegiatan untuk mereka,” ungkapnya.

Ketua Bidang Pemuda dan Kaderisasi Partai Gerindra DPC Tangsel ini, mengimbau, jangan sampai pemerintah melaksanakan kegiatan yang anak mudanya tak tertarik. “Mereka dilatih, misalnya kegiatan konvensional. Sedangkan di nasional, punya revolusi digital. Kita enggak bisa lepas dari demografis dan sektor pendidikan. Sebab, anak-anak muda Tangsel, indeks pembangunan manusianya paling tinggi se-Provinsi Banten. Rata-rata sudah lulus kuliah dan melek politik,” imbaunya.(Ban)