Home Berita Al-Azhar Siap Kirim Tim Bantu Korban Tsunami Sulteng

Al-Azhar Siap Kirim Tim Bantu Korban Tsunami Sulteng

0

Grand Imam Al-Azhar, Prof Dr Ahmad Thayyib menyatakan ikut berduka atas bencana gempa bumi dan tsunami yang menimpa Sulawesi Tengah. Al-Azhar akan mengirim bantuan termasuk tim medis dan konseling agama untuk membantu korban bencana alam tersebut.

Pernyataan duka cita dan keinginan membantu ini disampaikan Grand Imam Thayyib saat secara khusus menggelar pertemuan dengan Duta Besar Indonesia untuk Mesir Helmy Fauzi di Kantor Grand Imam Al-Azhar, Kairo, (6/10/18). Turut hadir dalam pertemuan tersebut mendadak tersebut yakni Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Cairo Dr Usman Syihab, Penasihat Grand Imam Al-Azhar Dubes Abdel Rahman Mousa, Sekjen Majelis Tinggi Al-Azhar Dr Mukmin Mutawalli, dan Direktur Lembaga Riset Al-Azhar Dr Ahmad Dagash.

“Mohon disampaikan kepada Presiden dan rakyat Indonesia rasa duka cita Al-Azhar dan rakyat Mesir atas musibah di Sulawesi ini dan kami akan terus mengikuti perkembangan ini,” ujar Grand Imam Thayyib.

Grand Imam Thayyib menjelaskan Al-Azhar telah menyiapkan tim medis dan konseling untuk diterjunkan membantu korban bencana alam. Bantuan yang disiapkan juga mencakup bantuan makanan dan obat-obatan. Untuk membantu kelancaran bantuan, Al-Azhar juga berencana melibatkan mahasiswa Indonesia asal Palu dalam tim tersebut.

“Kami meminta bantuan Dubes Helmy untuk memberi arahan apa saja yang dilakukan agar bantuan Al-Azhar dapat tepat mengenai sasaran di lapangan,” urai Grand Imam Tayyib.

Untuk itu, Al-Azhar sudah menunjuk dua pejabat senior yang akan mengatur mengenai teknis pemberian bantuan. Mereka adalah Penasihat Grand Imam urusan Akademik dan Kebudayaan Prof Abdul Daem dan Sekjen Lembaga Riset Al-Azhar Prof Dr Sheikh Muhyidin Afifi. Tidak hanya itu, Grand Imam Thayyib menambahkan Al-Azhar juga menyiapkan tempat khusus bagi ulama dan mahasiswanya untuk berdoa dan menyampaikan rasa bela sungkawa bagi musibah di Sulawesi Tengah.

“Kami mendoakan semoga para korban bencana dimasukkan dalam golongan para syuhada dan keluarga yang ditinggal mendapat kesabaran,” ungkap Grand Imam Thayyib.

Menanggapi hal tersebut, Dubes Helmy berterima kasih atas doa dan perhatian yang diberikan Grand Imam dan jajaran Al-Azhar kepada Indonesia. Menurutnya, doa dan dukungan ini semakin memperkuat Indonesia untuk selalu tegar dalam menghadapi musibah beruntun.

“Kami sangat bersyukur atas doa, perhatian dan tawaran bantuan yang diberikan Al-Azhar. Ini akan semakin menguatkan pemerintah dan rakyat Indonesia dalam menghadapi cobaan yang diberikan Allah SWT,” kata Dubes Helmy.

Terkait tawaran bantuan, Dubes Helmy mengatakan pihaknya akan berkomunikasi terlebih dahulu dengan Pemerintah Pusat. Hal ini dilakukan agar bantuan yang diberikan Al-Azhar sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang tertimpa bencana.

“Kami akan segera berbicara dengan Jakarta dan kemudian hasilnya akan kami diskusikan dengan Al-Azhar. Yang pasti, kami merasa senang dan terhormat mendapat perhatian khusus dari keluarga besar Al-Azhar terutama Grand Imam Thayyib,” kata Dubes Helmy.

Sebelumnya, ucapan duka cita dari sejumlah negara sahabat juga disampaikan langsung pada Dubes Helmy. Pemerintah Mesir, melalui Kementerian Luar Negeri juga ikut menyatakan rasa bela sungkawa atas peristiwa bencana alam tersebut. Pernyataan itu disampaikan Asisten Menlu Mesir bidang Asia Pasifik, Khaled Tarwad ketika bertemu Dubes Helmy pada 30 September lalu.(MRZ)