Home Berita TEI 2018 Ditutup, KBRI Cairo Fasilitasi Kontrak Tambahan RI-Mesir Rp 136 M

TEI 2018 Ditutup, KBRI Cairo Fasilitasi Kontrak Tambahan RI-Mesir Rp 136 M

0

Perhelatan Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 berakhir. Dalam dua hari terakhir pelaksanaan TEI 2018, KBRI Cairo berhasil memfasilitasi penandatanganan kontrak dagang Indonesia-Mesir senilai US$ 8,98 juta (sekitar Rp136,6 miliar). Dengan demikian, total kontrak dagang yang berhasil diraih dalam pameran perdagangan terbesar Indonesia ini mencapai US$ 76,48 juta (sekitar Rp 1,16 triliun).

Menanggapi pelaksanaan TEI 2018, Dubes Indonesia untuk Mesir Helmy Fauzi mengaku puas dengan sejumlah capaian yang diraih delegasi Mesir. Selain membukukan kontrak dagang, setidaknya 6 penghargaan Primaduta Award diraih dalam TEI 2018. Menurutnya, capaian ini tidak lepas dari kerja sama erat yang telah dibangun antara pengusaha Indonesia, Mesir dan KBRI Cairo.

Dirinya menjelaskan capaian ini semakin menguatkan arti pentingnya visi diplomasi ekonomi yang dibawa Presiden Joko Widodo. Sebab, lanjut dia, arahan Presiden Jokowi agar semua kepala perwakilan menjadi salesman bagi produk Indonesia adalah hal yang mudah diukur dan faktual.

“Memaksimalkan perwakilan di luar negeri sebagai garda depan penjualan produk Indonesia adalah hal tepat untuk terus meningkatkan volume ekspor kita ke luar negeri,” ujar Dubes Helmy di Jakarta, (29/10).

Setidaknya ada delapan nota kesepahaman kontrak dagang RI-Mesir yang ditandatangani pada 27-28 Oktober ini. Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) mengikat kontrak ekspor kertas fotokopi dengan El Fahd Kamal Saad Co senilai US$ 5 juta. Selanjutnya, PT Mayora Indah dan Egyptian Saudia Co sepakat membuat kontrak dagang produk biskuit, kopi dan makanan ringan US$ 2 juta.

Selain itu, komoditas kopi tetap menjadi primadona. Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) dan Haggag import & export Co meneken kontrak dagang komoditas kopi senilai US$ 1,17 juta. Kemudian, PT Selamat Sempurna Tbk dan El Wessam menandatangani ekspor produk filter kendaraan sebesar US$ 400 ribu.

Tidak ketinggalan, PT Wangta Agung, produsen produk olahraga ‘Ardiles’, berhasil membuat MoU dagang dengan Cleopatra Co untuk penjualan bola dan sepatu olahraga senilai US$ 200 ribu. Perusahaan Mesir, Awlad abdel Sanad Co membuat tiga kontrak dagang impor rempah nusantara dengan 3 perusahaan nasional, yakni komoditas cengkeh dengan CV Agro Tani Makmur senilai US$ 104 ribu, komoditas pala dengan PT Delta Mas Internusa senilai US$ 96,3 ribu dan komoditas batang cengkeh (clove steams) dengan Star Laboratories senilai US$ 10 ribu.

Sebelumnya, KBRI Cairo memfasilitasi penandatangan enam MoU ekspor komoditas nusantara antara pengusaha Indonesia dan Mesir senilai US$ 67,5 juta. Sehingga dalam pelaksanaan TEI 2018 ini, KBRI Cairo berhasil memfasilitasi kontrak dagang RI-Mesir dengan nilai total US$ 76.480.300. Nilai tersebut di luar potensi transaksi untuk produk alumunium antara Canadian Aluminium Egypt dengan Inalum senilai US$ 12 juta. Turut mendampingi dalam penandatanganan kontrak dagang ini antara lain Atase Perdagangan KBRI Cairo Burman Rahman dan Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Cairo Yubil Septian.

Untuk diketahui, pelaksanaan TEI 2018 kali ini digelar selama lima hari, 24-28 Oktober 2018. Pameran yang diresmikan Presiden Joko Widodo ini diikuti 1.100 eksibitor. Sedikitnya, lebih dari 300 produk dan jasa dipamerkan dalam TEI 2018 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang. Produk tersebut dibagi ke dalam delapan zona, yaitu strategic industry products, kuliner nusantara, local champion products, crafts and lifestyle products, furniture, manufacturing products, creative products and services, dan food and beverages products. Acara TEI 2018 ditutup Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita 28 Oktober kemarin.(MRZ)