Home Berita BIN Bantah Cuitan Medsos Soal Suap Organisasi Mahasiswa

BIN Bantah Cuitan Medsos Soal Suap Organisasi Mahasiswa

0

Beredar cuitan di media sosial, suap dari Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan kepada beberapa organisasi mahasiswa yakni PB HMI, PMII, GMNI, GMKI, PMKRI, IMM, Hikmabudhi dan KMHDI. Organisasi tersebut, dicuitkan di medsos masing-masing mendapat gelontoran dana Rp 200 juta per bulan dari BIN, juga masing-masing ketuanya mendapatkan jatah uang bulanan.

Suap itu diberikan agar tidak mengkritisi dan oposan terhadap pemerintahan Jokowi minimal sampai Oktober 2019.

Di samping itu, kata cuitan di medsos itu, mereka tanpa harus membawa nama organisasi, diminta untuk mendeklarasikan Ormas Relawan Jokowi bernama MADANI.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Hari Purwanto, menegaskan bahwa kabar hoaks yang mengatakan pihaknya menyuap sejumlah organisasi mahasiswa agar tak mengkritisi pemerintah adalah tidak benar.

Ia mengatakan, isu tersebut merupakan hoaks dan tidak benar, sehingga cenderung mendiskreditkan BIN dan BIN tidak melarang siapapun untuk mengkritisi pemerintahan Jokowi.

“BIN tidak melarang siapapun mengkritisi pemerintah, sebab kritik dan saran adalah sarana evaluasi untuk kemajuan bangsa,” kata Wawan, Minggu (18/11/2018).

Menurutnya, BIN tidak mempermasalahkan kritik dan saran yang disampaikan masyarakat selama dilengkapi data dan fakta, serta solusi. Dikatakan, semua ormas berhak untuk memberikan kritik dan saran. Selama kritik yang diberikan bisa dipertanggungjawabkan, bukan berupa hoaks dan fitnah agar tak terkena sanksi berupa UU ITE.

“BIN membebaskan seluruh Ormas dan warga negara untuk melakukan deklarasi maupun kampanye selama tidak melanggar UU,” terang Wawan.(MRZ)