Home Berita Mesir Puji Kualitas Produk Elektronik Indonesia

Mesir Puji Kualitas Produk Elektronik Indonesia

0

Barang elektronik rumah tangga produksi Indonesia rupanya digemari hingga mancanegara. Sekalipun harganya tidak berat di kantong, kualitas produk yang dijajakan tetap tinggi. Tidak heran jika masyarakat Mesir menyukai produk elektronik buatan Indonesia.

Sejumlah produk home appliance buatan Indonesia yang masuk pasar Mesir antara lain water dispenser, mixer, blender, kipas angin, televisi LED, vacuum cleaner, setrika dan pemanggang daging.

“Ini membuktikan kualitas produk-produk kita tidak kalah dengan negara lain dan dapat dijual dengan harga yang kompetitif di pasar,” ujar Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzi di Kairo, Selasa (27/11/2018).

Sebelumnya, apresiasi terhadap produk Indonesia tersebut terungkap dalam Forum Bisnis dan Malam Apresiasi Agen dan Distributor Produk Eletronik Indonesia yang digelar di Hilton Waterfall Resort, Sharm El Sheikh, 24 November lalu. Pendiri perusahaan Al Kalla Group Mesir, Ragab Al Kalla secara terbuka memuji kualitas produk elektronik Indonesia. Menurut dia, produk Indonesia terbukti memenuhi selera konsumen Mesir.

“Para pelanggan senang dengan produk Indonesia karena selain berkualitas tinggi, harganya juga terjangkau,” ujar Ragab dalam pertemuan, Untuk diketahui, Al Kalla Group Mesir merupakan agen utama sejumlah perusahaan Indonesia yaitu Maspion, Polytron, Miyako dan Primakomited.

Lebih lanjut, Dubes Helmy mengapresiasi kerja sama dagang yang sudah dibangun Al Kalla Group Mesir dengan Indonesia. Tanpa ketekunan grup importir asal Provinsi Manoufiya ini, performa kualitas produk Indonesia tidak akan dapat dirasakan publik Negeri 1000 Menara ini. Tidak mengherankan apabila Presiden Jokowi pernah memberikan penghargaan Primaduta Award kepada Al Kalla Group pada 2015 lalu.

“Selaku Duta Besar RI di Cairo, saya mengapresiasi usaha keras keluarga Besar Haji Ragab Al Kalla, Ahmed Ragab dan Ehab Ragab Kalla dalam membangun relasi dagang dengan Indonesia,” urai Dubes Helmy.

Untuk tahun 2018 ini, Al Kalla Group telah mengimpor produk elektronik Indonesia senilai USD 7 juta pada 2018. Tidak hanya itu, grup importir ini juga telah pabrik perakitan produk home appliance di Mesir ‘Malaysia Arabic for Electric and Home Appliance Industry’ dengan mengutamakan teknologi Indonesia untuk dipasarkan di pasar domestik dan ekspor ke luar Mesir.

Dalam catatan Badan Statistik Mesir (CAPMAS) Mesir, total perdagangan Mesir dengan Indonesia pada periode Januari-Juli 2018 tercatat sebesar USD 692,977 juta. Jumlah ini naik sebesar 9,89% dibanding periode yang sama tahun 2017 yang mencapai USD 630,589 juta. Ekspor Indonesia ke Mesir pada periode Juli 2018 sebesar USD 643,999 juta, atau naik 11,4% dibanding periode yang sama tahun 2017 yang mencapai USD 578,078 juta. Sementara impor Indonesia dari Mesir selama periode Juli 2018 mengalami penurunan sebanyak 6,73% dari USD 52,510 juta (2017) menjadi USD 48,977 juta (2018).

Ekspor utama Indonesia ke Mesir adalah kelapa sawit & turunannya, kopi, ban, karet, benang filamen sintetis, kertas, lemak nabati, plywood, produk kerajinan dan rempah-rempah. Sedangkan impor utama Indonesia dari Mesir adalah fosfat, hasil pertanian dan perkebunan berupa buah-buahan, pupuk kimia dan produk kurma.

Khusus kurma, volume ekspor kurma dari Mesir ke Indonesia pada periode Januari-Juli 2018 telah mencapai USD 15,815 juta atau setara dengan 41 persen nilai total ekspor kurma Mesir ke dunia. Untuk itu, pemerintah Mesir memberi penghargaan kepada Indonesia sebagai importir peringkat pertama kurma Mesir dalam Festival Kurma ke-4 di Siwa, Mesir, pada 9 November silam.

“Bagi Indonesia, Mesir merupakan salah satu mitra dagang non-tradisional penting. Mesir juga merupakan negara potensial untuk menjadi entry point bagi produk Indonesia guna memasuki benua Afrika,” jelas Dubes Helmy.

Selanjutnya, guna lebih mendorong penetrasi pasar potensial di kawasan Afrika, KBRI Cairo akan ikut berpartisipasi pada acara Intra-African Trade Fair (IATF) yang akan digelar di Egypt International Exhibition Center, Cairo, pada 11-17 Desember 2018. KBRI Cairo berencana membuat Paviliun Indonesia berukuran 180 meter persegi.

Paviliun Indonesia nantinya akan menampilkan produk multisektor seperti produk minyak sawit, karet, kopi dan rempah-rempah, pembangkit listrik tenaga surya, cangkang sawit, mie instan, peralatan medis, ban kendaraan, light boat, dan dermaga apung.(MRZ)