Home Berita Kedapatan Tinggal di Halte BRT, Satpol PP Kembalikan Warga ke Kampungnya

Kedapatan Tinggal di Halte BRT, Satpol PP Kembalikan Warga ke Kampungnya

0

Misnen, warga Sukabumi, Jawa barat terpaksa dipulangkan ke kampung halamannya setelah sebelumnya diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang lantaran kedapatan menggunakan halte Bus Rapid Transit (BRT) atau Bus Trans Tangerang sebagai rumah tinggalnya, Kamis (6/12/2018)

Misnen yang mengaku sehari hari bekerja sebagai pemulung tersebut mengaku, tinggal di halte tersebut lantaran ia menilai selain nyaman, halte tersebut juga jarang dipakai.

“Kan ngga dipakai, yaudah daripada saya tidur dibawah jembatan mending disini,” kata Misnen kepada petugas

Misnen yang diketahui tinggal bersama istri dan seorang anaknya di halte tersebut, berkilah dirinya tidak mampu menyewa kontrakan sehingga terpaksa menggunakan halte sebagai rumahnya.

“Kan kontrakan mahal, mana kuat saya bayar kontrakan,” katanya.

Ia juga mengaku terpaksa tinggal di halte tersebut lantaran terbentur biaya untuk pulang kampung. “Sebenarnya maunya pulang kampung, tapi dari mana ongkosnya,” jelasnya.

Sementara, A. Ghufron Falfeli, kabid Tibumtran pada satuan polisi pamong praja kota tangerang membenarkan hal tersebut. Ia mengaku pihaknya mengamankan Misnen, lantaran keberadaannya banyak dikeluhkan pengguna transportasi yang disediakan oleh pemkot Tangerang.

“kita mendapat laporan dari masyarakat terkait hal itu, dan kami secepatnya mengirimkan anggota kami kesana dan betul kami mendapati seorang pria berikut beberapa alas tidur lengkap dengan bantalnya,” ujarnya.

Menurutnya, dipulangkannya Misnen beserta istrinya tersebut adalah inisiatif pribadi beserta para anggotanya.

“Iya tadi yang ikut operasi ikut urunan untuk memulangkan Misnen dan istrinya,” jelasnya.

Ia beralasan, dipulangkannya Misnen dengan dana pribadi para anggotanya tersebut lantaran kasihan melihat keadaan Misnen.

“Anggota merasa tergugah hatinya untuk membantu Misnen, terlebih anaknya yang masih balita ikut memulung,” tuturnya.

Meski demikian, kata Ghufron, Misnen diwajibkan untuk membuat surat pernjajian yang berisi tidak akan kembali lagi ke kota tangerang jika tidak mempunyai pekerjaan tetap.

“Kalau terjaring razia lagi mungkin kedepan akan kita kirim mereka ke pasar rebo melalui dinsos,” pungkasnya. (Amd)