Home Berita Bayar Kredit Mobil, Warga Pamulang Ini Merasa Dipersulit Debt Collector

Bayar Kredit Mobil, Warga Pamulang Ini Merasa Dipersulit Debt Collector

0

Agus Supena, warga Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengeluhkan rumitnya pembayaran kredit mobil miliknya pada Leasing, MTF. Sebab, ia harus berurusan dengan Debt Collector.

Agus menjelaskan, pada tanggal 8 Januari 2019 kemarin, mobil miliknya disita oleh leasing melalui Debt Collector (Jasa Penagih) lantaran belum membayar cicilan selama dua bulan lebih 5 hari, karena ada kendala pada perekonominya dan ia disarankan mengurus dan membayar di leasing.

Setelah mobilnya disita, keesokan harinya ia langsung mendatangi leasing tersebut untuk mengurus dan membayar angsuran atau cicilan yang menunggak beserta bayar denda yang dikenakan. Namun saat akan membayar pihak leasing dirasakannya mempersulit dengan dalih mobil yang disita belum berada di lokasi leasing.

Kemudian, hari kedua Agus kembali mendatangi leasing tersebut dengan harapan mobil yang dikreditnya
berada di lokasi leasing dan bisa membayar cicilannya. Namun sayang, pihak leasing tetap mempersulitnya dengan dalih yang berbeda.

“Kita disuruh menyelesaikan permasalahan terlebih dahulu dengan pihak ketiga (Debt Collector) baru bisa melakukan pembayaran, sementara kita tidak ada permasalahan dengan mereka. Saat kita menghubungi pihak debt collectornya, mereka meminta agar melakukan pembayaran kepadanya sebesar Rp 5 juta,” jelas Agus saat diwawancara di kediamannya, Sabtu (12/1/2019).

Sementara, Lanjut Agus, didalam surat berita acara penyerahan kendaraan dari leasing tersebut yang diberikan oleh debt collector saat menyita mobilnya terdapat stempel yang bertuliskan TIDAK DIBENARKAN MEMBAYAR ANGSURAN MELALUI PEMEGANG SURAT KUASA INI.

“Makanya saya tidak mau membayar ke mereka, karena itu tidak resmi, nanti kita salah juga kalau dibayarkan ke mereka. Selain itu, yang membuat kita curiga, saat diajak negosiasi mereka mau menurunkan harga yang mereka minta,” terangnya.

Ibrahim selaku kuasa hukum korban mengatakan, dalam permasalahan ini, pihak leasing harusnya melayani konsumen ketika konsumen ingin melaksanakan kewajiban, bukan membeban kepada customer seperti ini. Pihak leasing memberikan keterangan kepadanya bahwa uang untuk menebus mobil dibebankan kepada customer, sedangkan pihak customer tidak ada hubungan hukum dengan pihak ketiga, karena pihak ketiga adalah sebagai jasa penagihan yang melakukan perjanjian dengan pihak leasing.

“Selain itu, didalam kontrak kredit tidak ada penjelasan seperti itu kepada klien kami, oleh karena itu, cara yang dilakukan mereka itu tidak sesuai kesepakatan yang tertuang diperjanjian kredit,” jelas Ibrahim.

Ibrahim melanjutkan, dirinya sangat menyayangkan sikap dan pelayanan leasing. Sebab, berdasarkan penjelasan kliennya, mereka menyita mobil dengan sewenang-wenang dan main tarik-tarik saja dengan dasar memberikan surat berita acara penyerahan kendaraan dari leasing tanpa memberikan surat peringatan terlebih dahulu.

“Kalau saya sebagai masyarakat melihat kejadian seperti ini, saya tidak akan pernah mengkredit kendaraan apapun pada leasing tersebut, karena ini sangat berbelit-belit dan merugikan customer, otomatis kalau customer yang tidak memiiki kekuatan mereka harus mengikuti aturan mereka,” tambahnya.

Diketahui, merk mobil yang dikredit adalah SUZUKI-IGNIS -GL MI, dimana angsuran sudah dilunasi atau dibayarkan sudah 10 bulan.

Sementara saat dikonfirmasi ke Leasing MTF Cabang Bintaro, petugasnya enggan untuk mempertemukan ke Kepala Cabangnya. Karena pihaknya tidak mengeluarkan surat penagihan tersebut.

“Memang perjanjian kontraknya disini namun untuk penagihannya bukan wilayah ini yang mengeluarkan. Kalau selama ini pembayaranya disini, selagi tidak ada permasalahan kita terima, kalau ada masalah otomatis sistem kuncinya dari sana, kita nggak tau, karena yang menerbitkan SK penarikan ini bukan dari sini,” jelas Sigit salah satu petugas, Senin (14/1/2019).(Ban)