Home Berita Ombudsman Banten Soroti Kasus Pasien Katarak RS Mulya Tangerang

Ombudsman Banten Soroti Kasus Pasien Katarak RS Mulya Tangerang

0

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Banten, Bambang Poerwanto menyoroti kasus sejumlah pasien yang terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM) Jakarta pasca menjalani operasi katarak di RS Mulya Tangerang.

Bambang menyebut, telah mendengar peristiwa yang terjadi di RS Mulya tersebut. Saat ini pihaknya sedang melakukan pengumpulan bahan-bahan dan keterangan-keterangan (pulbaket).

“Ya kita tahu. Kami belum memiliki data lengkap, sedang pulbaket,” kata Bambang, Kamis (7/2/2019).

Bambang mengatakan, pihaknya juga akan melakukan
investigasi terkait kasus tersebut dengan menerjunkan tim yang berkompeten dalam menangani kasus.

“Kita akan investigasi. Kita ada asisten Ombudsman yang menangani kasus,” terangnya.

Sebelumnya, pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan memanggil Manajemen RS Mulya Pinang terkait Operasi Katarak yang memakan ‘korban’.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr. Lisa Puspadewi.

“Terkait kasus ini kita kan punya fungsi Pembinaan dan Pengawasan (Binwas) untuk itu nanti kita akan panggil manajemen rumah sakit untuk dimintai keterangan dan klarifikasi,” ujar dr. Lisa dalam keterangannya, Rabu (6/2) kemarin.

Lisa menerangkan, pihaknya tidak serta merta melakukan pencabutan ijin. Namun pihaknya tidak segan untuk mencabut ijin praktek RS Mulya bila ditemukan cukup bukti apabila RS tersebut menyalahi prosedur pelayanan kesehatan.

“Makanya kita panggil dulu kita konfirmasi ke pihak RS,” ucapnya.

“Kalau ditemukan kesalahan prosedur kita akan cabut ijin operasionalnya,” tambah Lisa

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 4 pasien mengalami kebutaan setelah menjalani operasi katarak di RS Mulya Pinang.

Keempat pasien tersebut kehilangan penglihatan pada salah satu matanya usai menjalani operasi pengangkatan mata di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta karena matanya bernanah pasca operasi katarak di RS Mulya. (Mhd/Rmt)