Home Berita Warga Tegal Kunir Kidul Terkena Dampak Pembangunan Perumahan

Warga Tegal Kunir Kidul Terkena Dampak Pembangunan Perumahan

0

Pembangunan sebuah perumahan milik PT Bagus, dianggap berdampak terhadap persoalan lingkungan di Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang sejak 2018 lalu.

Persoalan lingkungan tersebut, diantaranya banjir yang mengepung pemukiman warga di Kampung Malaka, Desa Tegal Kunir Kidul. Akibatnya, sejumlah anak menderita infeksi kulit dan gatal-gatal berdasarkan hasil diagnosa Puskesmas Mauk, sehingga sejumlah warga mengungsi.

 

Warga juga mempertanyakan izin mendirikan bangunan (IMB), dan muka jalan (lahan akses keluar-masuk) perumahan tersebut.

“Saat ini kami hadir untuk membantu masyarakat yang terkena dampak lingkungan akibat proyek pembangunan Perumahan Taman Sepatan Grande milik PT Bagus di Desa Tegal Kunir Kidul,” jelas Joko Winarno, Advokasi Badan Pembina Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten, DPC Kabupaten Tangerang kepada wartawan usai mengahadiri rapat audiensi antara warga dengan PT Bagus, di aula Kantor Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Senin (11/2/2019).

Jadi, ia mengatakan, pihaknya menginginkan pengembang harus mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku. Sebab, dampak proyek pembangunan perumahan yang dilaksanakan pengembang merugikan masyarakat.

Ia menyebutkan, sudah terlaksana audiensi antara masyarakat dan pihak PT Bagus. Hasilnya, Pemerintah Kecamatan Mauk akan membentuk tim investigasi lapangan yang terdiri dari sejumlah unsur, diantaranya Pemerintah Kecamatan Mauk, Polsek Mauk, Koramil 9/Mauk, Pemerintah Desa Tegal Kunir Kidul, BPD Tegal Kunir Kidul, PT Bagus dan BPPKB Banten mewakili masyarakat.

“Tim bertugas untuk mengkroscek pesoalan-persoalan yang ada di masyarakat dan mengecek kelengkapan administrasi yang dimiliki pengembang. Kemudian, memberikan solusi terbaik untuk masyarakat,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Saadi Martoso, Pimpinan Proyek (Pimpro) PT Bagus mengatakan, awal pihaknya akan segera menyelesaikan persoalan genangan air di Kampung Malaka, Desa Tegal Kunir Kidul.

“Yang pertama kami akan menyelesaikan persoalan genangan air. Kemudian, berdasarkan keterangan bagian legal kami, pembuatan surat IMB dan site plan masih sedang proses,” akuinya.

Sementara itu, Camat Mauk Heru Ulatari mengatakan, dia akan membentuk tim ivestigasi atau tim monitoring evaluasi (Monev) kegiatan pembangunan Perumahan Taman Sepatan Grande milik PT Bagus. Jadi, nanti hasil penelusuran yang didapat dari tim ini, akan menjadi dasar untuk mengambil keputusan.

“Jadi, kami tidak bisa asal ambil keputusan, kalau tidak ada dasar yang kuat. Kami harus tahu dari sisi aturan seperti apa, faktanya seperti apa, dan kerugian-kerugian seperti apa. Kemudian, barulah kami akan mengambil keputusan, lalu melaporkan ke Pemerintah Kabupaten Tangerang,” jelasnya.(sam)