Beranda Berita Pesta Rakyat Ngaruwat Bumi di Sepatan Timur Tanda Penghormatan Leluhur

Pesta Rakyat Ngaruwat Bumi di Sepatan Timur Tanda Penghormatan Leluhur

0

Warga Kampung Dato, Desa Gempol Sari, Kecamatan Sepatan Timur, adakan pesta rakyat yang dinamai sebagai Ngaruwat Bumi, Minggu (29/9/2019). Dengan cara mengumpulkan hasil bumi pada satu titik di sebuah lahan kosong diantaranya Padi, Sayuran, dan Buah-buahan. Hal tersebut dilakukan sebagai tanda penghormatan kepada para leluhur dan rasa syukur kepada Tuhan atas rizki yang diberikan.

Camat Sepatan Timur Mulyadi mengatakan, Ruwat Bumi merupakan ritual tahunan yang diadakan oleh warga Kampung Dato. Menurut Mulyadi, Ruatan Bumi merupakan adat istiadat para leluhur yang hampir punah ditelan oleh zaman modernisasi.

Mulyadi mengatakan budaya Ruwat Bumi mengandung makna filosofi yang tinggi. Karena selain meningkatkan kebersamaan antar warga, budaya ini juga bisa menjadi ajang pertunjukan hasil panen para petani dan semua bisa mencicipi hasil panen secara bersama-sama.

” Ada sayur sawi, buah nangka, padi, dan lainnya. Budaya yang nyaris punah digerus oleh modernisasi global patut dilestarikan, sebagai rasa syukur yerhadap Tuhan Yang Maha Esa, ” ucap Mulyadi.

Mulyadi menambahkan, selain mengumpulkan hasil bumi yang ditanam oleh warga dan para petani, dalam acara Ruwat Bumi juga ditampilkan beberapa karya seni lokal, diantaranya seni bela diri Pencak Silat, seni tari jaipongan, golek dan kasidahan para ibu-ibu, dia juga berharap, pesta rakyat Ruwat Bumi ini bisa terus dilestarikan, bila perlu diadakan ditingkat Kabupaten Tangerang.

“Semoga kedepan acara baik ini, dapat berlanjut dan konsisten. Guna meningkatkan perekonomian warga, kalau bisa ruwatan ini dapat dilaksanakan di Tingkat Kabupaten, ” tambahnya.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Panitia Ruwat Bumi, Rohiman mengatakan, acara Ngaruwat Bumi bukan hanya menunjukan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, namun bisa memper erat rasa persaudaraan masyarakat, dan bisa berbagi rizki terhadap sesama manusia. Rohiman berharap dengan adanya Ruwat Bumi bisa menekan ketegangan antar warga, ditengah-tengah Pemilihan Kepala Desa yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat.

“Terlaksananya acara ini, karena adanya kerja sama semua masyarakat, dari kalangab pemuda dan para tokoh masyarakat. Mudah-mudahan acara ini bisa memotivasi desa yang ada di Kabupaten Tangerang, khusunya Sepatan Timur, untuk menjalin persaudaraan, ” harapnya.

Marhadi (56), salah satu warga Kampung Dato RT 04/ RW 03 menambahkan. Menurutnya Ruwat Bumi merupakan budaya yang sangat baik, karena masyarakat bisa berbagi hasil tani dengan semua masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.

“Acara ini terbuka untuk umum, jadi semua bisa merasakan hasil bumi yang kita bawa, tentunya harus diolah terlebih dahulu, karena kebanyakan hasil bumi yang dibawa masih mentah, ” ucapnya. (Sam)