Home Bandara Tinjau Bandara Soetta, Menhub Apresiasi Penerapan Protokol Kesehatan Cegah COVID-19

Tinjau Bandara Soetta, Menhub Apresiasi Penerapan Protokol Kesehatan Cegah COVID-19

0

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada hari ini, Jumat 18 September 2020, meninjau fasilitas dan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19 di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Kehadiran Menhub bertepatan juga dengan pelaksanaan onsite atau aktivitas dari Safety and Healthy Campaign yang digelar PT Angkasa Pura II.

Menhub tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 15.00 WIB untuk kemudian didampingi President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menyaksikan parade personel yang bertugas menjaga aspek keamanaan penerbangan dan kepatuhan protokol kesehatan COVID-19 antara lain personel aviation security yang menggunakan smart helmet.

Smart helmet ini dapat digunakan mobile untuk secara langsung mengukur suhu tubuh pengunjung bandara atau penumpang pesawat,” jelas Menhub.

Kemudian, Menhub meninjau penerapan protokol kesehatan di Security Check Point (SCP), kemudian check point validasi dokumen kesehatan yakni hasil rapid test/PCR test, lalu check in counter, dan kemudian ke boarding lounge.
 
“Protokol kesehatan di Bandara Soekarno-Hatta sudah diterapkan dengan baik, ini harus selalu dijaga,” ujar Budi Karya.

Adapun dalam Safe Travel Score yang dirilis Safe Travel Barometer, Bandara Soekarno-Hatta termasuk bandara di dunia yang mendapat rating tinggi yakni mencapai 4.09 dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Rating tersebut juga merupakan yang tertinggi di Indonesia.

Sementara, President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat di tengah pandemi ini guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor penerbangan nasional.

“PT Angkasa Pura II selalu berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar operasional di Bandara Soekarno-Hatta dapat tetap lancar di tengah pandemi dengan mengedepankan aspek kepatuhan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.”

“Pencegahan penyebaran COVID-19 saat ini menjadi salah satu fokus utama PT Angkasa Pura II bersama dengan seluruh stakeholder. Kami juga selalu berupaya melahirkan berbagai inovasi berbasis teknologi untuk mendukung fasilitas dan layanan yang aman dari COVID-19,” jelas Awaluddin.

Lebih lanjut, ia menuturkan aspek keselamatan penerbangan juga menjadi hal yang tidak bisa dikompromikan.

“Saat ini PT Angkasa Pura II dan stakeholder lainnya tengah menggalakkan kedisiplinan dalam menjaga keselamatan penerbangan dan kepaturan protokol kesehatan, melalui Safety and Healthy Campaign,” ujar Awaluddin.

Terkait keselamatan penerbangan, fokus dari kampanye adalah memperkuat kedisiplinan dalam hal pembersihan objek asing atau material berbahaya (Foreign Object Debris/FOD) pada area runway dan apron, lalu penataan peralatan penunjang pelayanan darat (Ground Support Equipment/GSE) termasuk nonmotorized GSE.

Biaya rapid test turun jadi Rp85.000

Adapun guna mendukung kelancaran protokol kesehatan dan pencegahan penyebaran COVID-19, biaya rapid test di bandara-bandara PT Angkasa Pura II diturunkan menjadi Rp85.000.

Penurunan biaya menjadi Rp85.000 mulai berlaku 18 September 2020 di Bandara Soekarno-Hatta, dan rencananya mulai 1 Oktober 2020 di bandara-bandara PT Angkasa Pura II lainnya.

Diharapkan dengan biaya rapid test yang diturunkan maka dapat lebih terjangkau bagi penumpang pesawat.

Dapat diinformasikan juga bahwa layanan rapid test yang ada di bandara-bandara PT Angkasa Pura II diselenggarakan oleh Holding BUMN Farmasi.

(Rmt)