Beranda Bandara Modus Baru Penyelundupan Sabu dari Malaysia Diungkap Bea Cukai Bandara Soetta

Modus Baru Penyelundupan Sabu dari Malaysia Diungkap Bea Cukai Bandara Soetta

0

Petugas Bea dan Cukai Soekarno-Hatta kembali mengungkap upaya penyelundupan narkotika jenis methamphetamine atau Sabu dari luar negeri.

Kali ini, Bea Cukai berhasil menegah paket kiriman berisi Sabu seberat kurang lebih 6.055 gram dari Malaysia. Pengungkapan kali ini terdiri dari 2 kasus dengan modus yang sama.

Barang haram tersebut disamarkan dengan tumpukan kemasan pupuk buatan yang bermerek Agrilife-Natura Own. Adapun pengirimnya berinisial A yang berada di Malaysia.

Kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Finari Manan menuturkan, pengungkapan Sabu tersebut berawal dari kecurigaan petugas saat melakukan pemeriksaan paket kiriman yang dilaporkan berisi pupuk buatan melalui mesin X-ray.

Setelah melakukan pemeriksaan yang mendalam dan berkat kejelian petugas Bea Cukai, di dalam paket kiriman tersebut ditemukan sejumlah paket berisi kristal bening.

“Kami langsung berkoordinasi dengan Polres Metro Jakarta Barat dan Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Dari hasil Control Delivery, petugas gabungan mengamankan 4 tersangka yang merupakan penerima paket tersebut,” kata Finari Manan di Terminal Kargo Bandara Soetta, Tangerang, Jumat (6/11/2020).

Paket Kiriman Pertama Diamankan Sabu Seberat 3.029 gram

Finari Manan mengungkapkan, Pada Rabu (21/11/2020) lalu, petugas bea cukai melakukan pemeriksaan mendalam terhadap tiga paket barang kiriman DHL yang berasal dari Malaysia.

“Dari hasil pemeriksaan atas paket barang kiriman tersebut, petugas mendapati keseluruhan barang merupakan kemasan pupuk buatan dengan rincian 27 kemasan pupuk dan tiga diantaranya berisi serbuk kristal bening yang mengandung methamphetamine dengan berat bruto 3.029 gram,” ungkapnya.

Untuk pengembangan lebih lanjut, paket kiriman dengan tujuan Palembang, Sumatera Selatan ini diserahterimakan kepada Polres Metro Jakarta Barat.

Dari kasus ini, petugas mengamankan dua tersangka yang masing-masing berinisial AYI (40) dan MS (38).

Paket Kiriman Kedua dan Ketiga Seberat 3.026 gram

Di hari yang sama, paket kiriman serupa juga tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Petugas pun langsung melakukan pemeriksaan secara mendalam. Hasilnya, 3 kemasan pupuk buatan ditemukan berisi kristal bening positif Sabu.

Shipment kedua yakni 24 kemasan pupuk dengan dua di antaranya berisi serbuk kristal bening dengan berat bruto 2.057 gram. Sedangkan shipment ketiga terdapat sebanyak 25 kemasan pupuk yang satu di antaranya berisi serbuk kristal bening dengan berat bruto 969 gram,” jelas Finari.

Untuk kasus kedua, barang bukti sejumlah 3.026 gram Sabu yang diperoleh dari paket dengan alamat tujuan Praya diserahterimakan kepada pihak Polresta Bandara Soekarno-Hata untuk pengembangan lebih lanjut.

Dari kasus ini, petugas mengamankan 2 orang tersangka yakni, P (26) dan N (56).

Finari menegaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, para pelaku dapat diancam dengan hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum Rp10 Milyar ditambah 1/3 dalam hal barang bukti melebihi 1 kilogram. (Rmt)