Beranda Berita Dilaporkan ke Polisi, Heri Hermawan Bantah Telah Mencemarkan Nama Baik

Dilaporkan ke Polisi, Heri Hermawan Bantah Telah Mencemarkan Nama Baik

0
Perwakilan Masyarakat Teluk Naga berdialog dengan Pegawai BPN di Kantor ATR/BPN Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Selasa (27/10/2020).

Warga Desa Babakan Asem, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Adalah, Heri Hermawan.

Ia dilaporkan ke Polisi lantaran dituduh telah mencemarkan nama baik pelapor, Vreddy.

Adapun dasar yang dijadikan laporan ke pihak berwajib adalah kutipan di sejumlah portal berita online yang dimuat pada Selasa (27/10/2020) lalu. Di mana, Heri Heriawan sebagai terlapor dilaporkan karena menyebut ‘Vreddy adalah mafia tanah.’

Padahal, berita yang dimuat pada tanggal 27 Oktorber 2020 lalu, tidak ada satu kalimat pun yang menyebutkan bahwa Vreddy adalah mafia tanah.

“Saya tidak pernah mengatakan bahwa Vreddy adalah Mafia tanah seperti yang dia laporkan ke Polda Metro Jaya,” kata Heri Hermawan saat dijumpai di Tangerang, Sabtu (28/11/2020).

Bahkan lanjut Heri, semua kalimat yang dikutip oleh wartawan yang dimuat di dalam pemberitaan pada tanggal tersebut adalah pembicaraan atau audiensi dengan pejabat ATR/BPN Kabupaten Tangerang.

Sebelumnya, pada tanggal 27 Oktober 2020 perwakilan masyarakat yang berunjuk rasa diterima oleh pejabat ATR/BPN Kabupaten Tangerang untuk berdialog. Sejumlah wartawan pun ikut masuk ke dalam aula tempat audiensi tersebut.

“Berdasarkan pemberitaan pada tanggal 27 Oktober 2020 lalu, di mana yang dimuat di dalam masing-masing media adalah hasil pembicaraan atau diskusi kami dengan pejabat ATR/BPN di aula Kantor BPN Kabupaten Tangerang. Bukan hasil wawancara langsung atau statement saya kepada awak media,” jelas Heri.

“Perlu saya sampaikan bahwa, baik selama berorasi maupun pada saat audiensi dengan pejabat ATR/BPN Kabupaten Tangerang, saya tidak pernah menyebut atau menuduh seseorang sebagai mafia tanah,” tegasnya.

Lebih lanjut Heri mengatakan, di dalam audiensi tersebut dirinya mempertanyakan beberapa hal terkait surat resmi atau yang ia terima dari ATR/BPN Kabupaten Tangerang. Di mana, di dalam surat yang bernomor 2140/36.03.200.IP.02.02/VIII/2020 itu terdapat nama Vreddy.

“Adapun terkait nama yang kami pertanyakan adalah berdasarkan surat jawaban dari ATR/BPN Kabupaten Tangerang dan situs resmi dari Kementerian ATR/BPN yakni bhumi.atrbpn.go.id, kami mempertanyakan tanah kami dan keluarga kami yang NIB-nya telah terbit atas nama orang lain yaitu Vreddy,” tuturnya.

Selain itu lanjut Heri, dalam pemberitaan pada tanggal 27 Oktober 2020 tersebut juga disebutkan ‘berdasarkan Permendagri Nomor 18 Tahun 2016, setiap orang hanya boleh menguasai bidang tanah sebanyak 20 hektare sampai dengan 25 hektare lahan kosong.’

“Yang kami maksud adalah Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengendalian Penguasaan Tanah Pertanian,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kantor Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Negara (ATR/BPN) Kabupaten Tangerang di Jalan Abdul Hamid, Tigaraksa kembali digeruduk ratusan warga yang mengatasnamakan masyarakat Tangerang Utara pada Selasa (27/10).

Ratusan warga berunjuk rasa di Kantor ATR/BPN menanyakan kelanjutan permasalah Nomor Identifikasi Bidang (NIB) Tanah di wilayah mereka.

Aksi kali ini merupakan lanjutan dari unjuk rasa sebelumnya pada Kamis (27/08) lalu. Dimana, dalam aksi unjuk rasa 2 bulan lalu, pihak BPN meminta waktu 30 hari untuk menyelesaikan permasalahan NIB tersebut.

Namun, setelah 60 hari lebih atau 2 bulan lamanya, masyarakat Tangerang belum juga memperoleh kabar baik dari pihak BPN.

Setelah kurang lebih 1 jam lamanya berorasi, perwakilan warga kemudian diterima oleh pihak BPN Kabupaten Tangerang untuk berdialog. (Rmt)