Home News Update MoU pengolahan Sampah, Pemkot Serang Pungut Biaya Rp48 Miliar

MoU pengolahan Sampah, Pemkot Serang Pungut Biaya Rp48 Miliar

0

Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melakukan Memorandum Of Understanding (MoU) dalam berbagai bidang dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) disalah satu Hotel di Kota Serang Jumat (22/1/2021). Salah satu MoU tersebut, yakni Kota Serang menjadi tempat penyimpanan barang tidak berguna dari Kota Tangerang Selatan,

Sekda Kota Serang Nanang Saefudin mengatakan, MoU ini bukan hanya untuk sampah. Akan tetapi, ada bidang pendidikan, informasi komunikasi, serta lainnya.

“Bukan cuma sampah, Tangsel ini sangat bagus smart citynya mungkin kita bisa mengadopsi aplikasi-aplikasi apa yang ada di Tangsel tentang pemukiman. Metode dan cara bagaimana pemukiman yang bagus,” katanya.

Sementara saat dikonfirmasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang, Ipiyanto membenarkan soal MoU tersebut. Ia mengatakan, sampah yang akan dikirim dari Kota Tangsel berupa barang mudah diolah atau di daur ulang.

Meski tak memungkiri, sampah yang sulit diurai tetap terdistribusi ke Kota Serang. Ia memastikan, sampah yang dikirim dari Tangsel bukan jenis B3.

“Yang dikirim itu organik, namun sampah jenis plastik kan juga susah dipisahkan. Nanti akan tertuang dalam perjanjian kerjasama. Jenis sampahnya bagaimana, sistem kendaraan, ritase, cara pengiriman, akan tertuang dalam nota kerjasama sesuai hak dan kewajiban,” katanya.

Kemudian, kata Ipiyanto, hasil perhitungan sementara kompensasi pendistribusian sampah dari Tangsel ke Kota Serang berwacana memungut 48 miliar.

“Itu (Rp 48 miliar) baru wacana. Itu hanya pernah disampaikan secara lisan. Nih hasil hitungan kami segini, bagaimana?,” jelasnya.

Ipiyanto mengatakan, meski saat ini akan menangani sampah kiriman dari Tangsel, persoalan sampah di Kota Serang akan tetap diprioritaskan. “Meski sudah MoU dengan Pemkot Serang, persoalan sampah di Serang tetap kami prioritaskan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany menjelaskan, dalam kerjasama antar daerah ini, fokus yang pertama yakni kaitan lingkungan dan persampahan. Secara teknis, pihaknya meyakini DLH Kota Serang memiliki sistem dan metode dalam pengolahan sampah. Terlebih menurutnya, Kota Serang sudah berpengalaman dalam mengolah sampah.

“Saya meyakini dengan kerjasama ini dapat terjalin dengan baik. Apalagi DLH Kota Serang memiliki sistem dan metode dalam pengolahan sampah,” kata Airin.

Airin juga mengatakan, tidak semua sampah yang ada di Kota Tangsel dikirim ke Kota Serang. Karena pihaknya juga memiliki Bang Sampah, dan TPS 3R. Menurut Airin, dalam kerjasama ini ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Untuk itu pihaknya meminta pendampingan BPKP dan inspektorat masing-masing kaitan regulasi yang dibutuhkan. Prinsipnya ingin benar secara aturan, dan berharap kerjasama ini saling menguntungan untuk kedua belah pihak.

“Sekarang MoU kesepahaman, berikutnya kerjasama Dinas LH masing-masing didampingi BPKP dan inspektorat masing-masing,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, Toto Sudarto menambahkan, dalam satu hari Kota Tangsel menghasilkan 800 ton sampah. Namun yang akan dikirim ke Kota Serang hanya 400 ton. Adapaun dalam pengiriman pengangkutan, pihaknya akan melibatkan pihak ketiga.

“Itu pluktuatif bisa 350, batas akhir 400 ton. Pengangkutan akan menggunakan pihak ketiga. Nanti akan dilakukan sesaui peraturan undang-undang yang ada. Cek kelayakan, nanti bisa diangkut lewat tol kalau bisa, atau bagaimana,” pungkasnya. (Smn)