Home Berita Warga Cikulur Desak Pemkab Lebak Untuk Turun Tangan Tangani Keretakan Tanah

Warga Cikulur Desak Pemkab Lebak Untuk Turun Tangan Tangani Keretakan Tanah

0

 

Warga Kampung Cihuni, Desa Curug Panjang, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak meminta dan mendesak pemkab setempat untuk segera menangani bencana alam yang terjadi di wilayah tersebut.

“Iya benar hampir semua rúmah di kampung cihuni mengalami keretak atau pergeseran tanah sehingga menghawatirkan rumah ambruk. Untuk itu, kami meminta perhatian dari Pemkab Lebak untuk bisa menangani bencana alam itu,” ungkap Aming salah satu warga Kampung Cihuni yang juga ASN di lingkungan Pemkab Lebak ini, ke Tangerangonline.id, Selasa (01/03/2022) melalui telepon selulernya.

Menurut Aming, bencana alam yang diakibatkan adanya pergeseran tanah di wilayahnya itu saat ini masih menyisakan kehawatiran terjadinya robohnya rumah warga.

“Saya optimis Ibu Bupati Iti memperhatikan kondisi warga di Kampung Cihuni,” ujarnya singkat.

Ketua RT 07/RW 02 Kampung Cihuni, Suyatin membenarkan puluhan rumah di wilayahnya mengalami pergeseran tanah sehinggi beberapa rumah dan sekolah ambruk.

“Musibah ini sudah kami laporkan pada pihak desa, semoga saja dapat diusulkan pada Pemkab Lebak untuk pembangunan turap dalam upaya penanganan bencana alam yang terjadi di Kampung Cihuni untuk menjawab kehawatiran warga rumahnya ambruk,” tutur Suyatin.

Sebelumnya diberitakan Puluhan rumah di Kampung Cihuni, Desa Curug Panjang, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak rusak parah akibat fenomena tanah bergerak yang terjadi secara perlahan selama sebulan.

Tampak sejumlah dinding rumah warga terjadi keretakan hingga lantai rumah yang berongga.

Ketua Tagana Kabupaten Lebak, Iwan Hermawansyah mendata sekitar 50 rumah yang terdampak akibat fenomena tersebut dan telah mengungsikan 173 jiwa.

Pihaknya juga telah menyiapkan kebutuhan dasar untuk para pengungsi melihat kejadian itu dianggap darurat dan membahayakan.

“Kita menyiapkan tenda kedaruratan untuk warga yang terkena fenomena tanah bergerak. Makanan baik tempat air bersih seperti WC kita sudah siapkan, makanya semua warga diungsikan karena terlihat sudah tidak layak huni membahayakan juga, jadi kami disini sifatnya kedaruratan saja dan kemanusiaan,” kata Iwan. (Den)