Home Berita Pemkab Pandeglang Lemah Tertibkan PKL Alun-alun Pandeglang

Pemkab Pandeglang Lemah Tertibkan PKL Alun-alun Pandeglang

0

Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas lingkungan hidup (DLH) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pandeglang tidak berdaya alias lemah menertibkan bahkan mensterilkan para pedagang kaki lima (PKL) di Alun-alun Pandeglang.

Pasalnya, pemerintah daerah setempat melalui intruksi bupati telah melarang Alun-alun Pandeglang digunakan untuk aktivitas para PKL, karena dinilai melanggar Perda K3 yang terpampang di sekitar alun-alun tersebut.

“Harus gimana lagi, kami dari DLH selaku pengelola sesuai keputusan pimpinan tidak menginginkan. Untuk penertiban itu kewenangan/tugas Satpol PP,” ungkap Kepala Dinas LH Kabupaten Pandeglang, Aep Saepudin saat dikonfirmasi media, Minggu (17/04/2022).

Sementara dari pantauan di lapangan petugas Satpol PP Pandeglang dari awal Ramadhan dengan adanya kebijakan Pemda bahwa lokasi untuk pedagang takjil dipusatkan di sepanjang jalan bank banten depan wisata kuliner terlihat melakukan upaya penertiban mulai 14.30 WIB bersama tim dari Dishub dan Disprindagkop Pandeglang. Namun sore harinya menjelang berbuka, para PKL dari seberang jalan alun-alun depan kantor Disparda kembali berpindah ke Alun-alun hingga saat ini.

“Kami sudah berupaya, karena keterbatasan personil mau gimana lagi,” ujar salah seorang petugas Satpol PP Pandeglang yang tidak menyebutkan namanya itu.

Sementara Kadisprindagkop Kabupaten Pandeglang, E. Suhaedi mengatakan untuk lokasi pedagang takjilan selama Ramadhan sudah diputuskan oleh Pemkab Pandeglang ditempatkan di sepanjang jalan Bank Banten yang sudah ditandai.

“Soal pedagang Alun-alun itu tugas DLH dan Satpol PP sebenarnya,” katanya singkat.

Sedangkan Koordinator Kelompok Pedagang Mikro Anak Indonesia (KPMAI) Kabupaten Pandeglang, Maya menyatakan bahwa anggotanya adalah para PKL Alun-alun Pandeglang yang dulu pernah berjualan di alun-alun dan kini telah direlokasi ke Gedung Juang oleh Pemda atas perintah Bupati Pandeglang yang kini menjadi wisata kuliner dan telah diresmikan pada 17 Agustus 2018 lalu mengaku kecewa dengan sikap tidak tegasnya pihak terkait menertibkan PKL di Alun-alun Pandeglang tersebut.

“Kami dulu memang membandel dengan intruksi bupati dan terus kucing-kucingan dengan Satpol PP sebelum ada tempat relokasi. Dan sekarang kami patuh terhadap kebijakan pemda juga intruksi ibu bupati sampai saat ini kami di lokasi wisata kuliner,” tandas Maya dengan nada kesal. (Deni)