Home Bandara Polres Bandara Soetta Bongkar Produksi dan Peredaran Ganja Sintetis Lintas Provinsi

Polres Bandara Soetta Bongkar Produksi dan Peredaran Ganja Sintetis Lintas Provinsi

0
Foto: Polresta Bandara Soekarno-Hatta merilis kasus peredaran Ganja Sintetis di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis, 2 Februari 2023. (tangerangonline.id/rmt)

Jajaran Polresta Bandara Soekarno-Hatta mengungkap peredaran narkotika jenis ganja sintetis (MDMB-4en PINACA melalui Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Dari pengungkapan ini, Polisi mengamankan 4,9 kilogram ganja sintetis atau sinte dan mengamankan 13 orang tersangka.

Kasat Narkoba Polresta Bandara Soekarno-Hatta, AKP Verdika Bagus Prasetya mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari adanya informasi bahwa ada paket kiriman mencurigakan di salah satu Regulated Agent Terminal Kargo Bandara Soetta.

“Jadi kami menerima laporan bahwa ada paket di sebuah ekspedisi yang diduga berisi ganja sintetis, kemudian kita lakukan penyelidikan ternyata ada total 6 paket,” kata AKP Verdika di Bandara Soetta, Tangerang, Kamis (2/2/2023).

Polisi kemudian melakukan control delivery terhadap paket kiriman tersebut ke sejumlah daerah. Dari pengembangan, para tersangka diamankan di berbagai lokasi yang berbeda seperti Tangerang, Karawang, Bandung, dan Purwakarta.

“Kemudian kita melakukan penangkapan terhadap pembeli paket tersebut. Total ada 10 tersangka yang berhasil ditangkap. Mereka berinisial MIG, YSR, RF, MSP, DS, LAP, KAMS, IM, MGR, dan DH,” ungkapnya.

Dari 10 tersangka tersebut, Polisi kemudian mendapat informasi dan menangkap 3 tersangka lainnya yang merupakan produsen dan pengedar barang haram tersebut. Mereka masing-masing berinisial PFN, RAR dan EJ.

“Tersangka ini biasa membuat ganja sintetis atau home industry di kawasan Jakarta Selatan. Kemudian dijual melalui media sosial,” kata Verdika.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka disangkakan Pasal 114 Ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun. (Rmt)