Beranda Berita Sahabat Polisi: Polri Mampu Jaga Netralitas di Pemilu 2024

Sahabat Polisi: Polri Mampu Jaga Netralitas di Pemilu 2024

0

Sahabat Polisi Indonesia yakin institusi Polri mampu menjaga netralitas dalam pemilu 2024 mendatang. Ketua Umum Sahabat Polisi Indonesia, Fonda Tangguh menegaskan hal tersebut dalam perayaan HUT ke-6 Sahabat Polisi Indonesia di salah satu Hotel di Jakarta Selatan.

“Apakah Polri mampu bersikap netral di tengah tarik menarik kekuatan politik yang cukup tajam saat ini? Sahabat Polisi Indonesia dengan tegas menjawab: Polri Mampu,” kata Fonda dalam keterangannya yang diterima pada Senin (28/8/2023).

Menurutnya, Polri pasti terus belajar menjaga netralitas dan independensi karena sudah berulang kali ikut membantu pelaksanaan penyelenggaraan pemilu.

Polisi, lanjut dia, akan mempersiapkan aspek netralitas yang lebih rinci dan kompleks dibandingkan periode-periode sebelumnya. Fonda pun menyebut sikap Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo yang berulangkali menegaskan netralitas Polri sebagai bukti Polri berkomitmen menjaga hal tersebut.

“Sikap Kapolri Sigit tersebut menunjukkan komitmen Polri untuk terus bersikap netral,” jelasnya.

Apalagi kata Fonda, secara institusional Polri juga terus menerbitkan aturan dan himbauan untuk bersikap netral bagi seluruh anggotanya.

Selain Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 7 Tahun 2022, di sejumlah wilayah Polri juga menyampaikan hal-hal teknis terkait pelaksanaan netralitas anggota polisi. Misalnya di Jawa Tengah, anggota kepolisian disarankan untuk tidak mengunggah foto dengan tokoh-tokoh politik di sosial media masing-masing.

“Kehadiran aturan tersebut tentu memperkuat pemahaman anggota Polri tentang makna dan tafsir netralitas. Sebab, secara organisasi, anggota Polri diberikan pemahaman yang utuh dan jelas mengenai netralitas polisi,” tegas Fonda.

Ditambahkan, keyakinannya terhadap institusi Polri mampu menjaga komitmen netralitas dan independensi dalam penyelenggaraan pemilu 2024 mendatang lantaran semua pihak menginginkan Polri menjadi institusi yang profesional dan bukan institusi yang bermain-main manuver politik.

“Kita semua menginginkan institusi Polri yang profesional, bukan institusi Polri yang tak mampu bersikap netral di depan hidung para politisi,” tutur Fonda.

Sementara itu perayaan HUT Ke-6 Sahabat Polisi Indonesia sendiri berjalan lancar sesuai rencana. Selain Pengurus Nasional Pokdarkamtibmas hadir pula aktivis dari organisasi masyarakat sipil seperti Indonesian Defence and Security Strategy Forum (IDSSF), Yayasan Indonesia Cerdas dan Koalisi Keadilan. (Rmt)