Beranda Berita Segini Penghasilan Harian ‘Pak Ogah’ di Pertigaan Parakan Pamulang

Segini Penghasilan Harian ‘Pak Ogah’ di Pertigaan Parakan Pamulang

0
Pak ogah pamulang
Screenshot

Pak Ogah atau sering disebut polisi capek yang mengatur arus lalu-lintas di perempatan, pertigaan dan U-turn jalan kerap kehadirannya membantu pengendara saat melintas.

Mereka mengatur arus lalu-lintas secara sukarela alias tanpa meminta bayaran. Terkadang mereka hanya berharap uang receh dari keringanan tangan si pengendara.

Seperti di lokasi pertigaan Parakan Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), tampak sejumlah Pak Ogah secara bergantian mulai dari pagi hingga malam membantu arus lalu-lintas.

Salah satu Pak Ogah di Parakan Pamulang, Teddy saat ditemui tangerangonline.id mengatakan, kehadirannya dalam membantu lalu-lintas sudah berkoordinasi dengan pihak pemerintahan, kepolisian dan kepemudaan.

Ia juga mengaku kurang setuju bila kehadirannya disebut sebagai Pak Ogah lantaran kerap disebut liar.

“Kita sih di sini keberatan bila dikatakan Pak Ogah. Karena kan Pak Ogah dalam tanda kutip liar. Sesangkan kita di sini sudah mendapat pembinaan baik itu dari polsek, karang taruna maupun dari kelurahan,” kata Teddy.

Teddy juga mengungkapkan, sebanyak 18 orang yang seperti dirinya secara bergantian menjadi Pak Ogah di pertigaan Parakan Pamulang.

“Kita paling lama begini (jadi Pak Ogah) dari 2015,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan penghasilan jalan yang ia dapat setelah seharian hanya cukup menghidupi keluarga di rumah. Meski banyak masyarakat yang bilang penghasilan Pak Ogak mencapai ratusan ribu.

“Ah nggak ada ratusan ribu. Parkir apaan? Parkir pesawat? Kalo mau rasain silakan cari pengalaman sendiri, nyobain markir,” katanya.

“Ya sekitaran 50 (ribu),” lanjut ia menyebutkan penghasilan rata-rata perhari.

Saat ditanyai penghapusan parkiran di mini market, ia berpendapat tak setuju lantaran kondisi latarbelakang masyarakat Pamulang yang masih memerlukan pekerjaan jalanan seperti parkiraan.

“Nggak! Kita di lingkungan sini tahu apalagi Pamulang backgroung pendidikannya seperti apa. Kalo parkir mini market dicabut, mereka yang punya keluarga yang harus menghidupi keluarga punya anak bini mau bergantung sama siapa lagi,” ujarnya. (Riza)