Beranda Berita Ekseskusi Rumah, Warga Ancam BRIN: Satu Langkah Saja ke Halaman, Kami Laporkan...

Ekseskusi Rumah, Warga Ancam BRIN: Satu Langkah Saja ke Halaman, Kami Laporkan Pidana

0
Brin
Foto: Spanduk penolakan warga Puspiptek atas pengosongan rumah dinas

Warga Puspiptek masih bersikeras menentang BRIN atas tindakannya yang akan melakukan pengosongan rumah dinas pada hari ini (20/5/2024).

Warga pun telah bersiap-siap menghadang BRIN bila terjadi eksekusi pengosongan rumah terhadap warga.

Dikabarkan sebelumnya, rumah warga yang akan diekseskusi hari ini diantaranya Blok 3B No. 26, Blok 3D No. 29 dan 30.

Wakil Sekretaris Persatuan Pioner Penghuni Rumah Negara Puspiptek (P3RNP) mengatakan, pihaknya akan melakukan penolakan bila terjadi pengosongan rumah terhadap warga.

Edy menyebutkan, aksi penolakan ini nantinya akan dihadiri 200 orang untuk membela warga yang terdampak pengosongan rumah pada hari ini.

Ia pun menyayangkan sikap BRIN yang tak mengedepankan Hak Asasi Manusia terhadap warga Puspiptek. Apalagi ekseskusi pengosongan ini tidak berdasarkan dengan putusan pengadilan.

“Bersasarkan ketentuan yang ada bahwa pengusiran itu harus ditetapkan oleh pengadilan. Nah ini kan belum ada keputusannya,” imbunya.

“Jadi kalau BRIN memaksa, jangankan memasuki rumah, melangkah satu langkah saja ke halaman maka kami laporkan sebagai tindak pidana,” tegasnya.

Sementara, April, warga yang terdampak rumahnya akan dieksekusi mengatakan, BRIN tidak memiliki kewenangan untuk mengosongkan rumahnya. Apabila rumahnya dieksekusi maka dirinya akan menempuh jalur hukum.

“Kami sadar sepenuhnya bahwa BRIN tidak punya hak (wewenang) untuk melakukan pengosongan atau upaya paksa terhadap rumah kami. Jadi apapun yang dilakukan BRIN untuk melakukan eskalasi. Kami proses sesuai peraturan dan hukum yang berlaku,” katanya saat ditemui di lokasi, Senin (20/5/2024) pagi.

Ia mengungkapkan, sebelumnya pihak BRIN telah melayangkan surat pengosongan rumah kepada dirinya terhitung mulai tanggal 15 Mei 2024 namun tak ia indahkan.

Hingga hari ini tertanggal 20 Mei 2024, BRIN berencana akan mengosongkan rumah secara paksa.

Ia pun mengulas alasan BRIN meminta warga terdampak untuk mengosongkan rumah lantaran adanya pembangunan jalan.

“Di surat ada beberapa alasan pengosongan. Disebutkan juga untuk pembangunan jalan atau apapun. Tapi intinya alasan itu buat kami tidak penting,” ujarnya.

Bila terjadi pengosongan paksa, ia pun secara tegas akan menolak dan akan menuntut BRIN secara hukum.

“Bila ada pidana, akan kami laporkan pidana,” tegas April.

Diketahui, sebelumnya BRIN telah melayangkan surat dengan nomor: B-2575/II.2.4/PL.02.00/5/2024 perihal eksekusi pengosongan rumah negara. Dimana akhir isi surat itu agar warga yang dilayangkan surat untuk mengosongkan rumah terakhir pada 20 Mei 2024. (Riza)