Cerita Lengkap Petugas SAR Saat Evakuasi Korban Longsor di Bandara Soetta

By
Redaksi
4 Min Read

Untuk mengevakuasi korban yang tertimpa tembok dan longsoran tanah terowongan Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada Senin (5/2) sore kemarin memakan waktu yang cukup panjang. Proses evakuasi ini berlangsung selama 13 jam.

Salah satu korban yang diketahui bernama Dianty Dyah Ayu Cahyani Putri (24) berhasil dievakuasi setelah 8 jam lamanya terjebak didalam mobilnya yang tertimpa beton. Sementara rekannya bernama Muhkmainah Syamsudin (25) berhasil dievakuasi 5 jam kemudian.

Bagaimana proses evakuasi kedua korban dan kendala apa saja yang ditemui tim penyelamat sehingga memakan waktu selama itu? Berikut penuturan Dantim Rescuer Kantor SAR (Search and Rescue) Jakarta, Erdi Jatmiko.

“Kendala pertama yaitu ruang gerak sangat terbatas. Karena jarak badan mobil ke dinding pembatas terowongan itu sangat sempit,” kata Erdi saat ditemui tangerangonline.id di Kantor SAR Jakarta, Jalan Suryadarma, Selapajang, Neglasari, Kota Tangerang, Selasa (6/2/2018).

Awalnya tim gabungan sudah mencoba mengangkat atau memindahkan beton yang menghimpit mobil korban. Akan tetapi upaya tersebut tidak berhasil karena beton yang menimpa mobil Honda Brio itu terlalu berat.

Akhirnya tim evakuasi memutuskan untuk melakukan pemasangan penyangga terhadap beton yang beratnya ditaksir mencapai 50 ton.

“Kami memutuskan memasang penyangga pada sisi mobil. Agar dapat menahan tekanan beton yang sangat berat. Karena dicoba dilakukan pengangkatan beton tersebut menggunakan excavator, tapi tidak bisa,” ungkapnya.

Endi melanjutkan, setelah dilakukan pemasangan beberapa penyangga pada beton yang menimpa mobil, Tim SAR mencoba membuka pintu mobil untuk mengevakuasi Putri.

“Pada saat pintu mobil sudah berhasil dibuka, kami menemui kendala lagi. Posisi Putri sudah membungkuk ke arah kemudi karena joknya sudah tertekan kedepan,” katanya.

Erdi menceritakan, selama proses evakuasi, dirinya tetap menenangkan Putri. Sekalipun posisinya sangat memprihatinkan, Putri masih bisa berbicara dan minum.

“Kita menenangkan si korban agar tidak terlalu panik. Diberikan bantuan oksigen juga. Kami masih ngobrol dengan Putri, namun dalam kondisi lemah,” ujarnya.

Dirinya pun memutuskan untuk membongkar bagian kemudi agar dapat mengeluarkan Putri dari dalam mobil. Lagi-lagi, dirinya menemui kendala. Ternyata kaki kiri Putri terjepit dashboard mobil yang kondisinya tertekan kebawah.

“Karena kaki kiri Putri terjepit, jok tempat duduknya disobek untuk dikeluarkan busanya. Agar memberikan ruang yang lebih untuk putri bergerak. Dan Putri ditarik paksa keluar dari dalam mobil,” ungkapnya.

Putri akhirnya dapat dievakuasi sekira pukul 02.50 WIB Selasa (6/2) dini hari. Putri langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Erdi bersama petugas lainnya melanjutkan evakuasi terhadap Mukhmainah. Dalam proses evakuasi kali ini, tim yang ia pimpin kembali menemui kendala yang lebih berat.

Posisi duduk Mukhmainah juga membungkuk karena tekanan dari atap mobil. Diperparah posisi kaki kiri Muhkmainah terjepit dashboard.

“Untuk mengevakuasi Mukhmainah, kami memotong persneling mobil. Safety belt juga terpaksa kami potong, karena korban kedua ini masih mengenakan safety belt,” kata Erdi.

Lagi-lagi petugas menemui kendala baru, paha Muhkmainah terhimpit dasboard. Petugas pun melambongkar dashboard mobil terlebih dahulu.

“Setelah dashboard mobil dibongkar, kita gunakan hidrolik untuk mendorong agar memberikan ruang kepada korban. Barulah Mukhmainah dapat kami evakuasi,” ujar Erdi.

Mukhmainah dapat dievakuasi sekira pukul 07.00 WIB atau 5 jam setelah Putri dievakuasi. Saat ini, Muhkmainah masih dirawat intensif di Siloam Hospital, Karawaci, Kabupaten Tangerang.

Dalam peristiwa ini, Putri akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 06.43 WIB di RS Mayapada Hospital Modernland, Kota Tangerang.

Diketahui, underpass perlintasan kereta di jalan Perimeter Selatan Bandara Soetta ini mulai dioperasikan pada 24 Oktober 2017, atau baru kurang lebih 4 bulan dilalui kendaraan bermotor. (Rmt)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *