Presiden Joko Widodo menegaskan negara bersama rakyat Indonesia tidak pernah takut dengan ancaman terorisme. Penegasan tersebut disampaikan Jokowi terkait rusuh Rutan Cabang Salemba di komplek Brimob Kelapa Dua, Depok.
“Saya tegaskan bahwa negara dan seluruh rakyat tidak pernah takut dan tidak akan pernah memberikan ruang sedikitpun pada terorisme,” terangnya seperti dalam siaran pers Sekretariat Presiden.
Jokowi perlu menyampaikan negara tidak takut terhadap upaya-upaya yang mengganggu keamanan negara.
Dikatakan Jokowi, dirinya telah mendapatkan laporan langsung dari Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wakapolri, Panglima TNI dan Kepala BIN terkait dengan upaya pengendalian situasi dan pemulihan keamanan di Mako Brimob yang telah selesai dengan cara-cara yang baik.
“Alhamdulillah, narapidana terorisme semuanya sudah menyerahkan diri kepada aparat keamanan. Dan pada kesempatan yang baik ini, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas nama rakyat dan negara kepada seluruh aparat keamanan yang terlibat dalam menyelesaikan peristiwa ini,” jelasnya.
Sedangkan terhadap para petugas yang gugur saat menanggulangi kerusuhan rumah tahanan, Presiden menyampaikan belasungkawa. “Atas nama rakyat, bangsa dan negara, saya menyampaikan rasa duka mendalam atas gugurnya lima anggota Kepolisian dalam melaksanakan tugas dari negara dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi duka ini,” katanya.
Ia juga telah memerintahkan kepada Wakapolri untuk memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada para polisi yang telah gugur. (Kor)

