BMI Tangsel Laporkan Anggota Group WA Diduga Upload Foto Jokowi dan Mega Diedit ke Polisi

By
Redaksi
2 Min Read

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Banteng Muda Indonesia (BMI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melaporkan salah seorang perempuan berinisial N ke Polres Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (2/10/2018) malam.

“Laporan sudah diterima, namun kita diarahkan untuk melakukan pelaporan langsung ke Polda, karena di Polres Tangsel belum ada Unit Keamanan Negara, sementara kasusnya bersangkutan dengan penghinaan lambang negara. Besok kita akan ke Polda,” ujar Sekretaris DPC BMI, H. Marliansyah Abdul Baset kepada awak media seusai melakukan pelaporan.

Baset menjelaskan, N dilaporkan lantaran diduga melakukan tindak ujaran kebencian atau pencemaran nama baik dengan mengupload sebuah foto Presiden Ir. H. Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarno Putri yang telah diedit dengan gambar Palu Arit di beberapa tempat dan foto tersebut disebar di salah satu group media sosial Whatsapp “Kongkow Pengurus Kadin Tangsel”.

“Laporan ini berangkat dari adanya upload ke group Kongkow Pengurus Kadin Tangsel pada jam 13.43 WIB, beliau mengupload foto bapak presiden Jokowi bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Mega Wati Soekarno Wati dengan mengedit lambang Palu Arit atau PKI di beberapa tempat difoto tersebut,” jelasnya saat diwawancarai awak media.

Ia mengatakan, sebelum adanya niat pelaporan ini pihaknya sudah mengingatkan yang bersangkutan namun malah yang bersangkutan menantang dengan mengeluarkan statmen bahwa yang bersangkutan adalah saudaranya perwira polisi. “Dia malah nantangin,” terang Baset.

Baset menambahkan, pihaknya melaporkan hal ini dengan tujuan ingin meluruskan supaya tidak ada lagi kegiatan kegiatan kampanye negatif dan kampanye ujaran kebencian karena diketahui N merupakan salah satu Caleg di Kota Tangsel.

“Oleh karena itu setelah mendapat arahan dari pak Ketua, kami berniat untuk melaporkan kejadian ini, karena kami sudah tidak mau lagi ada ujaran kebencian di Kota Tangsel, karena kami semua dan beberapa partai sudah sepakat dan berjanji berkampanye damai. Apalagi di acara Bawaslu di kecamatan Setu beberapa waktu lalu, itu kita diarahkan tidak boleh lagi kampanye negatif, kita dianjurkan tetap kampanye positif supaya Kota Tangsel umumnya, pada saat pelaksanaan kampanye Pileg dan Pilpres dapat tetap damai seperti sebelum-sebelumnya,” terangnya.(Ban)

Share This Article