Ashafina, Siswi Branksome Hall asal Tangerang Penerima “The Charter of Rights and Freedom Award” Kanada

By
Redaksi
3 Min Read

Siswi sekolah Branksome Hall Kanada asal Indonesia, Ashafina berhasil lulus dengan predikat excellent (luar biasa) dan memenangkan penghargaan “The Charter of Rights and Freedom Award”. Penghargaan atas Hak dan Kebebasan Berpendapat tersebut diberikan dari pimpinan sekolah Branksome Hall Kanada pada acara perayaan kelulusan pada tanggal 28 Mei 2019 bertempat di St. Paul’s Bloor, Toronto Kanada.

Sejak berdirinya sekolah Branksome Hall pada tahun 1903, penghargaan prestigious The Charter of Rights and Freedom Award ini diberikan untuk kali pertama kepada siswi asal Tangerang, Banten, Indonesia.

Sebelumnya Ashafina sukses terpilih sebagai Pimpinan Delegasi mewakili seluruh negara Kanada untuk konfrensi dunia Simulasi Sidang Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) di Den Haag (The Hague International Model United Nations atau THIMUN) 2019 yang diselenggarakan pada tanggal 27 Januari – 1 Februari 2019 lalu di Den Haag Belanda. “THIMUN adalah acara besar dunia Simulasi Sidang PBB serta ajang kesempatan belajar yang luar biasa bagi siswa-siswi untuk berani dan mahir dalam menyampaikan ide, mencari solusi bersama tentang masalah yang terkait dengan diplomasi serta hukum internasional, hak asasi manusia, lingkungan, energi, kesehatan dan pendidikan serta isu global lainnya. Hasil resolusi peserta THIMUN bahkan diakui serta menjadi masukan bagi Sekretaris Jenderal PBB,” jelas Karen L. Jurjevich selaku Principal, Branksome Hall School.

Selama tiga tahun bersekolah di Branksome Hall Kanada, selain berprestasi dengan nilai yang luar biasa, Ashafina sangat aktif dalam banyak kegiatan ekstra kurikuler sekolah seperti menjadi pemimpinan Simulasi Sidang Persatuan Bangsa Bangsa sekolah, aktif dalam kegiatan masyarakat dan sosial, serta memimpin kajian hak asasi manusia, serta organisasi paduan suara sekolah, pemimpin publikasi majalah serta homework club.

“Ashafina berhasil membangun budaya ilmiah diantara pelajar siswi tentang kebebasan berpendapat dalam upaya mensosialisasikan isu isu internasional serta mencari solusi atas kebijakan luar negeri, ekonomi, politik, gerakan sosial dan lingkungan serta hak-hak minoritas serta konflik etnis,” kata Karen melalui keterangan tertulisnya.

Lewat prestasinya, Ashafina mendapatkan tawaran dari tiga Universitas bergengsi di Kanada dan akhirnya ia memilih berkuliah di Universitas Toronto jurusan Ilmu Politik dan meraih beasiswa masuk. Sebagai catatan, Universitas Toronto adalah universitas terbaik dan bergengsi di seluruh negeri Kanada. Berdasarkan data QS 2019 “Peringkat Universitas Dunia”, Universitas Toronto berada dalam peringkat 20 universitas terbaik di dunia, dan nomer satu di Kanada. Nantinya Ashafina akan belajar tentang teori politik, sosial, filosofi, kebijakan serta hubungan antara negara-negara.

Ashafina pun berharap agar ilmu-nya dalam perkuliahan nanti bisa bermanfaat untuk Indonesia dan dunia. (ris)

Share This Article