Sebanyak 60 peserta mengikuti pembinaan dan pencegahaan bahaya Narkoba dan HIV/AIDS. Peserta dari kalangan pelajar, Remaja belum kerja, pemuda dan Karang Taruna. Acara dilaksanakan di aula Desa Pangadegan, Kecamatan Pasarkemis, Rabu (28/8/2019).
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Pasarkemis, KH Yazid Bustomi S.Sos mengatakan pembinaan ini bertujuan memberi pengetahuan dan pemahaman bagi pemuda,remaja, pelajar akan terhindar dari penggunaan narkoba, dan juga pergaulan bebas yang bisa menyebabkan terkena HIV/AIDS. Ini semua tanggungjawab bersama.
“Masalah narkoba sudah sangat menghawatirkan karena generasi muda menjadi sasaran empuk peredaran narkoba dan ini sudah sangat mengganggu sendi kehidupan berbangsa karena generasi mudalah sebagai tuumpuan masa depan bangsa,” ujar KH Yazid Bustomi yang juga Sekum MUI Kecamatan Pasarkemis.
Dikatakannya, pembinaan narkoba dan pencegahan HIV/AIDS bagi generasi muda ini secara kontinu, dan narkoba pelaku bunuh diri secara perlahan-lahan dimulai dari keterbelakangan mental dan ini bisa menghancurkan generasi anak bangsa.
“Agama melarang kita berbuat binasa terhadap diri sendiri sebagaimana dijelaskan dalam Al qur’an surat al baqarah ayat 195, yang berbunyi, dan belanjakanlah (harta bendamu) dijalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan, dan berbuat baiklah. Karena sesungguhnya Allah menyukai orang berbuat baik,” tukasnya.
Diakuinya, desa Pangadegan konsisten dalam mengadakan kegiatan dan pembinaan narkoba dan HIV/AIDS.
“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti pembinaan anti narkoba ini dengan baik dan nanti menjadi motor penggerak atau pionir baik di lingkungan keluarga ,sekolah maupun dalam lingkungan pergaulan akan pentingnya pengetahuan tentang narkoba dan saya juga berharap desa-desa lain yang ada di kecamatan Pasarkemis bisa mencontoh desa Pangadegan, ” pungkasnya. (Sam)

