Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Prof Dr Bambang Brodjonegoro, tidak menampik adanya rumor terkait penguasaan lahan di lokasi yang akan dijadikan ibukota di Kalimantan.
Ia membenarkan pengusaan lahan tersebut merupakan taipan asal Indonesia, ST, yang memiliki bisnis multi sektor.
Status lahan yang dikuasai oleh Chairman RGE itu adalah konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI). Artinya jika pemerintah sewaktu-waktu membutuhkan, lahan tersebut bisa diambil alih kembali.
ST sendiri menguasai lahan tersebut melalui salah satu anak usahanya, PT ITCI HM. Penguasaan lahan yang dimiliki oleh salah satu orang terkaya di Indonesia itu merupakan hal yang legal.
“Jadi (lahan ibukota baru di Kalimantan) bukan dikuasai, saya koreksi itu adalah lahan yang saat ini dipegang konsesinya oleh swasta. Dimana konsesinya itu dalam bentuk hutan tanaman industri yang tanahnya adalah tanah negara. Jadi tanahnya bukan tanah milik swasta, tanah itu 100 persen milik negara dan negara bisa setiap saat mengambil konsesi itu utk kepentingan nasional,” ujar Bambang usai menjadi keynote speech dalam seminar ” Pengembangan SDM Unggul untuk Memanfaatkan Peluang Bonus Demografi Menuju Indonesia Maju pada RPJMN 2020-2024, di Gedung Lemhannas, Jakarta, Jum’at (20/9/2019).
Menurutnya, saat konsesi lahan diambil pemerintah, maka pihak swasta tidak perlu membayar denda, karena pemerintah telah menyampaikan rencana kepindahan ibukota sedari awal.
“Gak ada denda. Itu kan sudah diberitahu sejak awal, setiap pihak mendapat konsesi telah diberi tahu bahwa suatu saat konsesi mereka bisa diambil kalau negara membutuhkan,” terangnya.
“Dan itu bukan kejadian pertama itu, kalau ditanyakan ke Kementerian LHK itu sudah dilakukan di beberapa tempat,” tambahnya.
Ia memastikan kedepan tak akan terjadi masalah ketika pemerintah akan mengambil alih lahan yang kini dikuasai ST itu.
“Tidak ada masalah sama sekali, 100 persen itu adalah tanah negara. Kita sudah minta Kementerian LHK untuk memprosesnya.
Targetnya sebelum akhir tahun ini sudah beres semuanya sehingga perencanaan akan berjakan lancar,” demikian dikatakan Bambang.(MRZ)

