Akibat adanya eksekusi lahan untuk pembangunan jalan tol JORR II, warga Kampung Baru Kecamatan Benda, Kota Tangerang turun ke jalan. Mereka meminta bantuan kepada pengguna jalan untuk makan dan membeli seragam sekolah.
Eksekusi lahan untuk pembuatan jalur cepat menuju Bandara Soetta ini kian membuat warga terpuruk. Jika sebelumnya mereka kehilangan tempat tinggal dan menempati gedung DPRD Kota Tangerang, kini mereka harus mengais rupiah dari jalanan.
“Tolong kami pak. Tolong kami,” rintih anak usia dini dengan membawa sepenggal kertas, Kamis (3/9/2020).
Kata warga terdampak, Dedi, tidak sedikit dari warga yang kehilangan barang atau perabotan rumahnya saat eksekusi.
Pasalnya, warga hanya berfokus kepada barang berharga dan surat penting lainnya yang harus diselamatkan.
“Kami lebih memilih mengamankan barang berharga dan surat penting terlebih dahulu,” kata dia.
Dia berharap persoalan ini segera berakhir. Terlebih lagi tidak sedikit anak usia dini yang kini terkatung – katung.
“Kami tidak sanggup liat anak kecil seperti itu. Kami hanya ingin hak kami diberikan agar kehidupan kami kembali normal,” tukasnya.
_Komisi III DPR RI Siapkan Advokasi Hukum Untuk Warga_
Sementara itu mendengar rintihan warga benda yang terdampak pembangunan JORR II ini, Muhamad Rano Alfath mengaku akan memberikan bantuan Advokasi kepada warga.
“Kami akan mengawal proses ini sampai tuntas. Kami sudah siapkan Tim advokasi untuk warga terdampak Pembangunan Strategis Nasional (PSN),” kata Rano.
Menurutnya dalam PSN ini Presiden Joko Widodo menggaungkan warga terdampak harus menerima ganti untung bukan ganti rugi.
Namun melihat adanya ketidaksamaan harga ganti kerugian di wilayah ini Rano menganggap adanya oknum mafia tanah.
“Dengan begitu kami akan koordinasikan ke pihak terkait. Kami juga akan koordinasi ke Polri terkait penggusuran kemarin yang diduga adanya intimidasi dari oknum Polri. Yang pasti kami akan memberikan bantuan Advokasi terlebih dahulu agar warga mendapat haknya,” tukasnya. (bal)

