Sebanyak 28 Jiwa diungsikan setalah kehilangan kedeiamannya di Kampung Selapajang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (7/1/2026).
”Yang rusak berat lima, posisinya di belakang, jika dilihat rusaknya hampir keseluruhan lantaran pergerakan tanah,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, Kamis (8/1/2026).
Taufik mengatakan, peristiwa longsor terjadi akibat curah hujan tinggi dan tanah yang tidak stabil, sehingga adanya pergeseran tanah. Sebagai penanganan awal, pihaknya pun telah menerjunkan tim ke lokasi bencana untuk melakukan monitoring dan pendataan.
”Hal ini dilakukan guna mengantisipasi adanya peristiwa susulan akibat curah hujan yang kini masih melanda,” ungkapnya.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, turut serta menjelaskan bahwa penanganan teknis di kawasan Sungai Cidurian merupakan bagian dari kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau–Cidurian–Cisadane (C3) Kementerian PU
“Untuk penanganan teknis di Sungai Cidurian ini merupakan kewenangan Balai C3. Kami dari Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang terus berkoordinasi dan sudah menyampaikan surat kepada balai beberapa waktu lalu. Saat ini kami masih menunggu langkah-langkah teknis yang akan dilakukan oleh Balai,” jelas Iwan.
Pihaknya menambahkan, sembari menunggu tindak lanjut dari Balai, Pemkab Tangerang bersama kecamatan dan desa terus melakukan pemantauan kondisi lapangan serta menyiapkan langkah antisipatif.
“Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah kemungkinan melakukan relokasi bagi warga yang terdampak dan berada di zona paling rawan, tentu dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan kesiapan lahan,” tambahnya. (Rez)
Lima Rumah Terdampak Longsor di Cisoka Tangerang, Warga Diungsikan

