Bupati Tangerang Cek Titik Rawan Banjir di Pasar Kemis, Normalisasi Saluran Disiapkan

By
3 Min Read

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengecek sejumlah titik rawan banjir di Kecamatan Pasar Kemis, Senin (19/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan saluran air dan infrastruktur pengendali banjir berjalan sekaligus mengantisipasi musim hujan.

Lokasi pertama yang didatangi Maesyal adalah Perumahan Taman Walet, Kelurahan Sindangsari. Di sana, dia berdialog dengan warga RW 09, RW 12, dan RW 14 mengenai persoalan saluran air yang disebut telah memicu banjir selama bertahun-tahun.

Maesyal mengatakan warga telah mengeluhkan persoalan banjir di kawasan tersebut selama sekitar 15 tahun. Pemerintah Kabupaten Tangerang, kata dia, akan menyiapkan penanganan secara bertahap melalui perubahan anggaran dan perencanaan anggaran 2027.

“Sudah sekitar 15 tahun warga menyampaikan mengalami banjir dan belum ada penanganan maksimal. Makanya kita cek langsung. Ada yang bisa kita lakukan melalui perubahan anggaran, dan penanganan maksimalnya kita siapkan di anggaran 2027,” ujar Maesyal.

Dia menyebut penanganan di Taman Walet akan mengacu pada normalisasi saluran yang telah dilakukan di Perumahan Taman Elok. Langkahnya meliputi penertiban hambatan, pengerukan, dan normalisasi saluran air.

“Di Taman Elok sudah kita bongkar hambatan di salurannya, kita keruk dan normalisasi. Alhamdulillah sekarang sudah tidak banjir lagi. Kita ingin penanganan seperti itu juga dilakukan di sini. Kami minta warga juga komitmen untuk bantu kesepakatannya,” katanya.

Usai dari Taman Walet, Maesyal melanjutkan peninjauan ke Perumahan Teluk Jakarta dan Perumahan Kutabumi 2, Kelurahan Kutabumi. Dua kawasan tersebut menjadi perhatian karena terdapat saluran dan tanggul yang sebelumnya mengalami kerusakan hingga air merendam rumah warga.

“Ini bagian dari antisipasi musim hujan nanti. Salurannya kita normalisasi, kita lebarkan, kemudian dipasang sheet pile dan turap. Mudah-mudahan aliran air semakin lancar dan tidak banjir lagi,” ungkapnya.

Maesyal menjelaskan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang telah melakukan normalisasi dan pelebaran saluran di kawasan Teluk Jakarta, dari semula sekitar 2,5 meter menjadi 10 meter. Pembangunan turap juga dilakukan, sedangkan pemasangan sheet pile disiapkan untuk memperkuat struktur saluran.

Penanganan banjir, lanjut Maesyal, tidak hanya difokuskan di Pasar Kemis. Pemkab Tangerang juga memetakan sejumlah titik rawan lainnya, termasuk Binong, Kali Sabi, dan Sukadiri. Penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan skala prioritas.

“Mitigasi banjir tidak hanya dilakukan di Pasar Kemis. Penanganan juga dilakukan di sejumlah titik rawan banjir lainnya di Kabupaten Tangerang, antara lain Binong, Kali Sabi dan Sukadiri dengan mempertimbangkan skala prioritas,” imbuhnya.

Selain penanganan saluran di kawasan permukiman, Pemkab Tangerang juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Kementerian Pekerjaan Umum, dan Pemerintah Provinsi Banten. Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendukung penanganan sungai besar, di antaranya Sungai Cimanceri dan Cidurian.

Dalam peninjauan tersebut, Maesyal didampingi Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman (DPPP) Bambang Sapto, Camat Pasar Kemis, serta sejumlah unsur terkait. Peninjauan dilakukan untuk memantau kondisi lapangan sekaligus memastikan langkah mitigasi dan penanganan banjir berjalan sesuai kebutuhan. (rez)

Share This Article