Siswi SD di Cipondoh Diduga Dicabuli Tetangga Nenek

By
3 Min Read

Siswi kelas 6 Sekolah Dasar (SD) di Kota Tangerang berinisial M (14) diduga menjadi korban pencabulan seorang lelaki bernama AG di Cipondoh, Kota Tangerang.

“Kejadian itu awalnya pas tanggal 5 Februari 2016, waktu itu anak saya pagi-pagi berangkat ke sekolah sendirian, terus waktu itu masih pulang anak saya ke rumah, nah pas tanggal 12 nya anak saya seperti biasa berangkat ke sekolah, tapi pulangnya malah ke rumah neneknya yang dekat dengan sekolahnya dan nginep disana, yang anehnya lagi kelakuan anak saya itu malah berubah, murung, dan takut, terus gak mau sekolah,” ujar Nur, orangtua korban.

Nur kemudian menyambangi rumah neneknya yang berlokasi tidak jauh dari sekolahnya. “Dia di rumah neneknya nginep sudah tiga hari dan nggak masuk sekolah. Pas ditanya kenapa dan ada apa? Di tetep nggak ngaku, dan akhirnya anak ini ngaku dibekap sama si AG. Habis itu keluarga langsung musyawarah, datang ke Polsek Cipondoh dan langsung ke polres,” ungkapnya.

Laporan ke Polres telah terdaftar dengan nomor Surat LP/B/147/II/2016/PMJ/ restro Tangerang Kota. “Tapi sampai sekarang malah terbengkalai. Tanggapan dari polisi tidak terlalu cepat, padahal pelaku warga sini juga. Bilangnya kurang cukup bukti dan saksi padahal saya udah kasih hasil visum. Alasannya tidak ada saksi yang mengetahui bahwa korban dimasukkan kedalam rumah,” paparnya.

Sementara itu korban M menuturkan, waktu berangkat sekolah dirinya kenalan dengan seorang pria yang diduga pelaku dengan inisial AG tersebut. Setelah itu langsung dibawa ke rumah terduga pelaku.

“Waktu itu saya lagi mau sekolah, terus di bawa kerumah AG, pakai sarung tangan dibekepnya, sudah tua orangnya, kenalannya di jalan. Belum kenal juga, pas waktu mau berangkat sekolah saya ditanya nama kamu siapa? terus kenalan,” ujar M dengan polos.

Orangtua korban mengharapkan agar kasus pencabulan yang menimpa anaknya dapat segera ditangani oleh pihak kepolisian.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang, AKBP Sutarmo mengatakan pihaknya masih menyelidiki kasus ini lantaran minimnya alat bukti hingga kesulitan untuk menahan atau menangkap pelaku untuk dimasukan ke jeruji besi, sehingga dirinya meminta agar keluarga tetap bersabar.

“Kasus itu masih dalam penyelidikan, kami kesulitan karena alat bukti yang didapat belum mencukupi,” ujarnya.

Dijelaskannya, untuk menjerat pelaku pemerkosa itu pihaknya membutuhkan 3 alat bukti. “Kita masih bekerja untuk melengkapi alat bukti tersebut,” Jelasnya.

Berdasarkan informasi yang didapat, terduga pelaku pemerkosa siswi kelas 6 SD tersebut diduga telah melarikan diri. (Acp)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *