Isu Penjualan Aset BUMN Santer, Ini Penjelasan Menhub

By
Redaksi
2 Min Read

Beberapa bulan belakangan ini santer isu-isu penjualan aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) oleh pemerintah. Bahkan isu yang beredar beberapa Bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II akan dijual ke pihak swasta.

Mendengar isu tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi tampak geram. Hal tersebut terlihat dalam acara BUMN Expose yang digelar di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Selasa (5/12/2017).

Budi Karya memastikan tidak ada aset BUMN yang akan dijual kepada swasta. Pemerintah hanya menerapkan skema Public Private Partnership (PPP).

“Dikatakan seolah pemerintah ingin menjual aset, itu sama sekali tidak benar, kita hanya akan menerapkan skema PPP, bukan menjualnya,” tegas mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II ini.

Ia menjelaskan, skema yang diterapkan tersebut bukan menjual aset melainkan hanya memberikan hak konsesi kepada pihak lain. Sementara perihal kepemilikan, negara tetap melakukan control.

“Skema PPP itu bukan menjual, tapi memberikan hak konsesi kepada pihak lain dengan waktu tertentu, dengan cara tertentu. Kami pemerintah selalu mengawal, dan safety itu yang paling utama,” katanya.

Pihaknya pun meminta dukungan kepada masyarakat untuk menerapkan skema tersebut agar dapat meningkatkan daya saing dalam kompetisi dunia yang semakin ketat.

“Tidak ada upaya prejudice, kami keras melakukan itu, kalau tidak maka kami akan kehilangan momen, tolong dipahami dandidukung, pada dasarnya kita ingin melakukan sesuatu untuk meningkatkan daya saing negara,” terangnya.

Ia pun mencontohkan, Bandara Soetta saat ini yang hanya dapat melayani penerbangan ke 34 negara. Jika dibandingkan dengan Bandara Singapura dan Malaysia yang telah terbang ke lebih dari 100 negara, Indonesia disebut kalah jauh bersaing.

“Untuk itu, saya percaya semua yang diruang ini setuju kalau kita meningkatkan daya saing,” ucapnya. (Rmt)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *