Berawal dari hoby nge-Beatbox, dua pemuda asal Tangerang tepatnya di Pasar Kemis, yakini Ismail Mahaputra dan Adi Setia Sigit akan berangkat ke Taiwan untuk mengikuti pertandingan Asian Beatbox Championship 2019.
Ajang pertandingan antara Beatboxer se-Asia yang akan dihelat di Taiwan itu rencananya akan dimulai pada 17 Juli 2019 mendatang.
Adi Setia Sigit mengatakan, mereka berdua akan pergi ke Taiwan setelah dinyatakan lolos ke tahapan selanjutnya, dimana diketahui sebelumnya mereka mengirimkan video Tag Team ke akun YouTube Asia Beatbox.
“Alhamdulillah bang abis ngirim ga nyangka dapet info lolos ke tahap berikutnya, tapi wakil dari Indonesia bukan saya aja bang ada dari tiga daerah lainnya yaitu Jember, Bandar Lampung, dan juga Ternate,” ujar Adi saat ditemui di Gedung KNPI Kota Tangerang, Jumat (08/08/2019).
Adi mengatakan, pertama kenal Ismail Mahaputra itu dari sebuah Komunitas Beatbox, saling sharing dan satu visi dan misi mereka akhirnya sepakat berdua terus untuk mengikuti lomba Beatbox baik di daerah maupun di luar daerah.
“Awalnya memang kita berdua tidak saling kenal, baru kenal di komunitas Beatbox Tangerang pada 2015 lalu. Dari situ saya mulai kenal dengan bang Ismail dan mulai sering ikut lomba dimana saja bersama, seperti contohnya pernah ikut lomba Beatbox di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah dan itu yang akhirnya bikin kita percaya diri untuk bisa ikut di tingkat Asia bang,” terangnya.
Adi memaparkan, rencananya pada saat ikut tampil di Asian Beatbox Championship 2019, dirinya dan juga Ismail akan membawakan lagu daerah Indonesia yang akan di remix dengan musik moderen. Hal itu untuk tetap membawa nama Indonesia dan memperkenalkan musik Indonesia di tingkat Asia.
“Kita sedang melakukan remix lagu darah Indonesia, sedang kita cocokan dengan tempo. Karena yang paling sulit dalam Beat Box adalah menjeda tempo dan juga ego kita, tetapi pastinya kami akan membawa lagu daerah Indonesia sebagai identitas kita sebagai Warga Negara Indonesia,” paparnya.
Adi menambahkan, untuk lawan yang paling sulit nanti adalah Malaysia, dimana mereka mempunyai Beat Box yang tangguh dan rapih. Akan tetapi ia dan Ismail optimis bisa melawannya, dengan konsep yang telah disiapkan dan materi yang matang akan bisa lolos.
“Kita akui Malaysia akan menjadi lawan yang sulit, tetapi kami tidak akan gentar melawan mereka. Kita sudah menyiapkan konsep dan materi yang matang, mudah-mudahan kami bisa lolos ke tingkat Dunia,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Kominfo DPD KNPI Kota Tangerang Ridho Fathullah mengungkapkan, pemuda ini adalah sebuah aset bagi daerah selain harus dirawat dan dijaga, mereka juga harus diberikan dukungan dan juga ruang untuk mereka meluangkan kreativitasnya.
“Para pemuda ini sebuah aset daerah, kita sebagai wadah Pemuda akan siap memberikan ruang kreatifitas. Tidak hanya dibidang seni, bidang lainnya kami akan siap memberikan mereka ruang, karena dengan ruang kreatifitas tersebut mereka akan berkambang dan membawa nama Kota Tangerang untuk tingkat Internasional,” tutupnya. (Amd)

