Di dalam menyambut periode angkutan Nataru, PT Angkasa Pura II meningkatkan kesiapan aspek sumber daya manusia (People), fasilitas utama serta pendukung (Facilities) dan penerapan prosedur (Process).
Sejalan dengan itu, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menjelang Nataru ini memperkenalkan inovasi dalam meningkatkan standar fasilitas keamanan penerbangan melalui penggunaan explosive containment berbasis advanced technology pertama di Indonesia, yang diberi nama Nakula.
Melalui Nakula, bandara dapat melakukan kegiatan counter-terorism dengan cepat khususnya pada bagasi tercatat yang dicurigai dapat mengancam keselamatan.
Bagasi yang dicurigai mengandung hazardous material dapat langsung dikirim ke dalam Nakula sebagai prosedur emergency disposal.
Seluruh operasional dilakukan dari jarak jauh (remote) tanpa menyentuh objek. Nakula akan melindungi area sekitar dari efek berbahaya misalnya ledakan, di mana kapasitas yang dapat ditahan adalah hingga 5 kg TNT.
Gas beracun yang timbul juga dapat diisolasi oleh Nakula sehingga ancaman terhadap manusia dan infrastruktur dapat ditangani.
Proses selanjutnya adalah Explosive Squad dapat menarik Nakula menuju Disposal Area untuk dilakukan dismantle pada objek ledakan. Seluruh operasional Nakula dapat dilakukan dari jarak jauh menggunakan remote control.
Peningkatan fasilitas lainnya menjelang Nataru ini adalah akan dibukanya area baru berkanopi megah di area penjemputan kedatangan domestik Terminal 3 guna memberikan kenyamanan bagi penumpang yang menunggu kendaraan pribadi. Area ini rencananya dibuka pada 15 Desember 2020.
Pada 10 Desember 2020, rencananya juga akan digunakan fasad baru yang lebih indah secara estetika dibandingkan dengan sebelumnya, yang juga memiliki fungsi untuk memperlancar alur penumpang menuju Security Check Point (SCP) 2 dengan area lebih luas dan jalur antrean lebih banyak.
“Bandara Soekarno-Hatta dan bandara-bandara lain di bawah PT Angkasa Pura II secara berkelanjutan meningkatkan kemampuan aspek people, facilities dan process sebagai bagian dari upaya kami menjaga konektivitas penerbangan di Indonesia,” kata Muhammad Awaluddin, Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Minggu, 6 Desember 2020. (Rmt)

