Pensiunan PNS Kabupaten Serang, Sulap Kain Menjadi Pot Janda Bolong

By
2 Min Read

Keberadaan limbah pakaian atau yang terbuat dari kain yang sulit terurai dapat menjadi masalah bagi masyarakat. Namun, jika dilakukan secara teliti, limbah yang tidak dapat di daur ulang atau unorganik ternyata dapat dimanfaatkan menjadi karya seni hiasan rumah yang mempunyai nilai ekonomi.

Salah satu pengrajin limbah kain asal Kota Serang, Hendi Suhendi mengatakan, kebanyakan masyarakat lebih memilih membuang pakaian tidak layak pakai karena dianggap sudah tidak terpakai. Namun, bagi Hendi, dirinya lebih memilih menjadikan baju yang sudah tidak layak pakai untuk dijadikan tempat untuk tanaman hias.

“Saya bikin tanaman hias yang terbuat dari baju sudah tidak layak ini berawal setelah saya pensiun dari pegawai negeri. Kemudian, melihat tutorial kreatifitas di channel youtube. Lalu, banyak baju yang tidak layak pakai iseng-iseng saya bikin aja,” kata Hendi kepada tangerangonline, Senin, (25/1).

Hendi menuturkan, pembuatan tanaman hias ini terbuat dari bahan dasar, tekstur kain terlihat lentur. Akan tetapi, lanjut Hendi, jika digunakan kain dapat diolah sedemikian rupa agar menjadi produk kerajinan yang menarik.

Caranya, kata Hendi, dengan menambahkan semen sebagai penopang dilakukan agar kain dapat berdiri kokoh. Kemudian, dibentuk lika-liku sesuai kreasi sang pengrajin. Untuk lebih menarik lagi, hasil dari kratifitas pembentukan, diberi warna dan cairan lengkap agar pot terlihat lebih mengkilap.

“Kalau ada panas prosesnya dua hari kalau mendung bisa empat hari, jadi seminggu kurang lebih bisa 10 pot,” ujarnya mantan pensiunan Dinas PURR ini.

Dengan begitu, ia menjajakan pot hasil kreatifitas tangannya ke setiap penjual bunga di Kota Serang dengan membanderol Rp. 35.000 hingga Rp. 50.000. Itupun sesuai dengan nilai kerumitannya.

“Kerajinan ini saya bandrol Rp 35 ribu sampai Rp 50 ribu,” ungkapnya. (Smn)

Share This Article