Maulana Arifin, salah satu mahasiswa semester 1 di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Banten masih tetap semangat menuntut ilmu jenjang perkuliahan meskipun menyandang disabilitas.
Mahasiswa STIA Banten Penyandang Disabilitas Tunanetra, Maulana Arifin menceritakan, tekadnya berkuliah sejak Sekolah Menengah Atas (SMA) selain itu dorongan dari peran guru dan orangtuanya, selama belajar di perkuliahan dirinya cukup menangkap apa yang disampaikan oleh dosen.
“Sebenernya dari sejak SMA kelas 1 banyak motivasi dari guru teman-teman dan orangtua untuk masuk kuliah ditambah tekad sendiri, kalau keseharian berangkat ke kampus pakai ojek langganan seharinya Rp70 ribu dari Rangkasbitung ke Pandeglang pulang pergi,” katanya kepada Tangerangonline.id di Kampus STIA Banten, Senin (19/12/2022).
“Untuk pembelajaran saya di kampus Alhamdulillah bisa ditangkap, kalau untuk handphone beberapa tahun dari 2019 bisa menggunakan saya pakai narator voice dan aplikasi lainnya khusus disabilitas tunanetra,” sambungnya.
Maulana Arifin melanjutkan, dengan kondisi keterbatasan yang dimilikinya dirinya mendapatkan perlakuan yang baik selama berkuliah, bahkan selalu bercanda dengan dosen dan teman lainnya, dirinya mempunyai cita-cita menjadi seorang dosen dan bisa membantu sesama.
“Yah nyaman kuliah disini dosennya ramah baik, teman-teman juga baik malah sering bercanda, cita-cita saya ingin jadi seorang dosen, dengan keterbatasan saya bisa mewujudkan cita-cita dan membantu sesama orang lain, kalau ada yang minta bantuan sebisa mungkin harus kita bantu,” ujarnya.
Sementara Kasubag Pengembangan Administrasi STIA Banten, Bayu Agustian mengatakan, bahwa untuk mahasiswa disabilitas tersebut progam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) untuk penerimaan disabilitas pihaknya baru perdana di tahun 2022 saat ini.
“Ini progam Kemendikbud langsung, semua mahasiswa disabilitas beasiswa ADik, kita baru perdana adakan mahasiswa untuk disabilitas, mahasiswa disabilitas ada 7 orang salah satunya Maulana Arifin penyandang tunanetra, memang banyak fasilitas yang belum ada untuk itu seperti jalan untuk disabilitas dan fasilitas lainnya kedepan mudah-mudahan ada bantuan untuk disabilitas,” bebernya. (Dan)

